Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nila F Moeloek Sebut Tidak Lebih 20 Persen Masyarakat Sadar Kesehatan ==banner

Bali Tribune/ Mantan Menkes Nila F Moeloek
Balitribune.co.id | Jakarta - Mantan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut tidak lebih dari 20 persen masyarakat di Indonesia yang sadar soal kesehatan.
 
Nila dalam webinar Indonesia Forest Forum bertajuk “Cegah Deforestasi untuk Indonesia yang Lebih Sehat” yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group bekerja sama dengan Yayasan Madani Berkelanjutan dan Yayasan Alam Sehat Lestari diakses di Jakarta, yang dilansir Antara, Kamis, mengatakan berkaca dari penanganan pandemi COVID-19, memang perlu pembenahan perilaku masyarakat.
 
"Ini saya sedih, memang tidak lebih dari 20 persen sadar kesehatan. Mereka tidak sadari, perilaku merusak lingkungan itu juga dapat berdampak pada kesehatan," kata Nila.
Kementerian Kesehatan juga sudah mengeluarkan program Gerakan Masyarakat untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (GERMAS PHBS) yang didalamnya terdapat ajakan untuk mencuci tangan dengan sabun pada air bersih yang mengalir, mengkonsumsi makanan bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok, dan pembersihan sarang nyamuk.
 
Selain itu ada pula ajakan untuk berolahraga, makan makanan yang sehat dan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala, ujar dia.
 
Ia mengatakan di era pandemi COVID-19 seperti saat ini masyarakat jadi panik dan takut. Sistem imunitas memang kompleks, tapi itu diperlukan untuk menghambat infeksi virus, selain dengan menggunakan vaksin.
 
Transmisi penularan virus corona baru, ujar Nila, sangat didorong oleh jumlah populasi dan tentu mobilitas manusia berpengaruh sangat luar biasa. Kepatuhan menjalankan PHBS selama ini ternyata tidak dipraktikkan, baru setelah ada COVID-19 masyarakat jadi sering mencuci tangan.
 
Saat COVID-19 merebak salah satu yang harus dilakukan adalah lockdown, yang di Indonesia dilakukan dengan menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Intervensinya, menurut dia, harus tepat karena yang diinginkan turunnya angka positif kasus infeksi SARS-CoV-2 dan kematian.
 
"Jadi yang dilakukan itu lockdown dan ditunjang dengan 3M," ujar Nila menyebutkan keharusan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak (3M) jika terpaksa harus keluar rumah di saat pandemi COVID-19. 
wartawan
Hans Itta
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.