Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nila Gianyar Alternatif Pengganti Mujair Batur

CFD
NILA - Manfaatkan arena CFD, DKPKP Gianyar bantu petani pasarkan ikan nila.

BALI TRIBUNE - Di tengah ‘booming’ kuliner mujair nyat-nyat, permintaan ikan mujair terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mujair Batur yang sudah melekati masyarakat sebagai yang terbaik, kerap menjadi ganjalan pemasaran ikan mujair maupun nila di kabupaten lain termasuk Gianyar.

Kini, di tengah langkanya mujair Batur akibat musibah ikan keracunan massal, Nila Gianyar pun mulai menjadikan alternatif. Untuk memperkenalkan, Nila Gianyar ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar pun ikut melakukan memasarkannya.

Memperkenalkan Nila Gianyar hasil kelompok petani ikan di Desa Gitgit Gianyar, DKPKP Gianyar memanfaatkan momen car free day ( CFD),Minggu (23/7). Pemasaran di CFD ini baru pertama kali dilakukan dan akan terus berlangsung.

Untuk pertama kali, yang dipasarkan adalah ikan nila hasil kelompok petani ikan di Desa Gitgit. Langkah ini cukup berhasil menarik minat masyarakat. Terbukti, stand yang terletak persis di depan SMPN 1 Gianyar itu, banyak dikunjungi ibu rumah tangga.

Dari 57 kg ikan hanya tersisa sedikit. “ Kali ini baru ikan Nila Gitgit, tidak menutup kemungkinan kelompok petani ikan di wilayah lain juga akan kami pasarkan di sini,” ungkap Kepala Dinas DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir Dewi Hariani.

Pihaknya akan terus berupaya untuk mensejahterakan para kelompok tani di Kabupaten Gianyar melalui berbagai terobosan program. Karena itupula komoditi ikan nila ini akan terus dipasrakan dalam setiap kesempatan.

Setidaknya sebagai alternatif pengganti komuditas ikan mujiar batur yang harganya fluktuatif. “Dari segi kualitas, ikan nila Gianyar bisa dibuktikan. Sejumlah pengusaha kuliner mujair nyat-nyat juga kini sudah banyak yang melirik nila ini,” terangnya.  

Dalam upaya lainnya, pihaknya juga bekerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar, menebarkan bibit ikan nila sekitar 100 kg atau sekitar 900 ekor benih ikan di saluran irigasi atau perairan umum di Desa Gitgit.

Saat ini di Desa Gitgit Gianyar terdapat 6 kelompok petani ikan kolam air deras dan tambak. Jadi, pihaknya tidak hanya membantu di hulu dengan bantuan benih ikan dan cara budidaya namun juga membantu hingga pemasaran (hilir).

Selain itu, pihaknya beberapa waktu lalu juga mengadakan sosialisasi Demplot Mina Padi di Kelompok Mina Tambak Sari di Desa Kendran Gianyar. Selain sosialisasi juga dilakukan penebaran benih ikan Karper di areal persawahan setempat.

Ini merupakan integrase antara padi dan ikan yang dipelihara bersama. Menurut Dewi Hariani dipilihnya ikan jenis karper karena ikan ini dikenal dengan karakteristiknya yang agak ribut atau berisik. Jadi ampuh untuk mengusir tikus ataupun burung yang menjadi hama padi.

wartawan
redaksi
Category

Catus Pata Jadi Panggung Utama Buleleng Festival

balitribune.co.id I Singaraja - Setelah Lovina Festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menggelar perhelatan akbar berupa Buleleng Festival (Bulfest). Saat ini Panitia Bulfest masih  terus mematangkan persiapan menjelang acara yang akan dibuka dalam tujuh hari ke depan. Hingga saat ini, progres persiapan fisik maupun teknis dilaporkan telah mencapai angka 95 persen.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran Lahan 3 Hektar Nyaris Hanguskan Pemukiman di Kubu

balitribune.co.id I Amlapura - Kebakaran lahan masih terus saja terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Kubu, Karangasem. Di Banjar Dinas Nusu, Desa Sukadana, Kubu, kebakaran lahan menghanguskan sekitar 3 hektar lahan perkebunan Mangga dan Jambu Mete milik warga setempat. Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, kejadian kebakaran tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) petang, sekitar pukul 18.00 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Dishub Badung Ubah Pola Arus Keluar Puspem, MRLL Diuji Saat Jam Pulang ASN

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai menguji skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Rekayasa ini diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi saat jam pulang pegawai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.