Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nyaagang Tradisi Mengantar Sang Pitara Roh Leluhur ke Nirwana

Bali Tribune/ ROH LELUHUR - Tradisi Nyaagang yang diyakini sebagai tradisi mengantar roh leluhur ke Nirwana sebelum lewat tengah hari.
balitribune.co.id | Semarapura - Seperti biasa warga Klungkung utamanya warga Desa Pekraman Gelgel dan sekitarnya, sebelum lewat tengah hari bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (29/2/2020) menggelar ritual wewantenan bekel saagan bagi para roh leluhur  untuk kembali ke alam Nirwana. Ritual ini bertepatan dengan Saniscara Kliwon Tumpek  Kuningan yang selalu terjadi setiap 6 bulan kalender tahun Caka 1941.
 
Ritual sesajen lebeng matah di depan dipintu pemesu rumah tangga warga ini disebut dengan Tradisi “Nyaaagang“. Tradisi ini  sudah turun temurun dilaksanakan oleh warga di Klungkung, utamanya warga se-wewengkon Desa Pekraman Gelgel.  
 
Pelaksanaan ritual dilakukan sebelum lewat tengah hari bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, Sabtu (29/2/2020) bertepatan dengan saniscara Kliwon Tumpek  Kuningan ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Dimana leluhur akan mengunjungi keluarga yang ditinggal sejak sugian Jawa dan Bali  hingga perayaan Galungan sampai puncaknya di hari Raya Kuningan atau selama 16 hari.  
 
Menurut Budayawan Klungkung Dewa Ketut Soma yang juga  tokoh pemerhati sastra Klungkung asal  Desa Satra, ritual  “Nyaagang“ ini merupakan tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga Klungkung keseluruhan, utamanya warga Desa Pekraman Klungkung hingga saat ini masih tetap terpelihara.
 
Menurutnya, ritual “Nyaagang “ ini sebagai upakara ritual berakhirnya pelaksanaan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (19/2/2020) lalu dan puncaknya pada perayaan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada hari Sabtu (29/2/2020). Urutan ritual perayaan hari kemenangan Dharma melawan Adharma ini diawali dari datangnya Hari Penyekeban, Hari  Sugian Jawa, Hari Sugian Bali, Hari Penampahan Galungan, Hari Raya Galungan, Hari Manis Galungan, Hari Penampahan Kuningan dan diakhiri dengan perayaan Hari Raya Kuningan, Sabtu (29/2/2020).
 
Menurutnya Dewa Ketut Soma, sejak Hari Penyekeban ini warga mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan sang pitare (roh para leluhur, red)  masing-masing untuk  datang mengunjungi keluarganya yang masih hidup di dunia ini sekaligus ikut merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan bersama-sama. 
 
“Saat perayaan Galungan maupun Kuningan ini masing-masing sanggah merajan maupun di Bale Bali oleh warga setempat digelar soda untuk menjamu roh leluhur dan keluarga wajib menghaturkan bakti kepada beliau Leluhur kita (Sang Pitare red),” ujarnya.
 
Setelah bersama-sama merayakan hari suci Galungan dan Kuningan  ini akhirnya puncak ritual yang dimaknai sebagai acara perpisahan ini digelar upakara  ritual “Nyaagang” di depan pemesu maupun di depan gang rumah warga.  Ritual “Nyaagang” dilaksanakan dengan menggelar wewantenan yang dimaknai berisi bekal (sang pitare mantuk) roh  leluhur yang kembali akan menuju alam nirwana.
 
Hal yang sama dikemukakan oleh Jro Mangku Andi (Jro Mangku Alit ) Pemangku Pura Pejenengan Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan. Menurut Jro Mangku yang juga seniman topeng Side Karya Ritatkala Upakara besar ini menyebutkan, tradisi ini memang tidak termuat dicakepan namun sudah menjadi tradisi turun temurun warga Klungkung maupun warga di seantero Desa Pekraman Gelgel.  
 
“Entah kapan ritual Nyaagang ini dimulai siapa pun tidak bisa memastikan secara pastinya karena ini menjadi tradisi warga kita di Pekraman Gelgel dan Klungkung,”sebutnya.
 
Menurutnya tradisi  “Nyaagang” ini yang digelar di depan pemesu pekarangan warga masing-masing ini dilaksanakan sebelum tengah hari pada Hari Raya Kuningan,  bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. Tradisi ini merupakan waktu yang tepat untuk mengantar roh leluhur kembali ke Nirwana. Yang menarik setelah ritual Nyaagang usai, seluruh keluarga langsung  makan bersama di tempat tersebut sebagai wujud kebersamaan dan kedamaian.
 
”Kita berharap sang pitare yang akan kembali merasakan kedamaian dan kebahagiaan, dimana semua  keluarga yang ditinggalkan setelah kembali  ke alam nirwana sudah melihat dan menyaksikan keadaan keluarga yang ditinggalkan dalam keadaan rukun damai dan bahagia,” pungkasnya. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Restoran Tepi Pantai di Nusa Dua Spot Pengalaman Bersantap di Pesisir Ditemani Pemandangan Samudra Hindia

balitribune.co.id | Nusa Dua - Sejumlah restoran tepi pantai di Nusa Dua Kabupaten Badung menawarkan pengalaman bersantap sembari menikmati pemandangan perairan biru Samudra Hindia dan pantai berpasir putih. Hal itu yang membuat Nusa Dua dikenal sebagai destinasi bersantap di tepi pantai. 

Baca Selengkapnya icon click

Piala by.U 2025 Digelar di Bali, Buka Gerbang Menuju Karier Futsal Profesional

balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel melalui by.U kembali menghadirkan Piala by.U 2025, turnamen futsal terbesar bagi pelajar tingkat SMP dan SMA di Indonesia. Ajang ini akan berlangsung hingga November 2025 di 27 kota penyelenggaraan, salah satunya diadakan di Gor Lila Bhuana Denpasar, Bali yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2025 melibatkan 40 sekolah dari jenjang SMP dan SMA/SMK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Seorang Pria Ditemukan Tergantung di Pohon Kawasan Tahura

balitribune.co.id | Mangupura - Warga yang sedang berolahraga pagi di kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Kuta, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang tergantung di pohon, Minggu 5 Oktober 2025 pukul 06.30 Wita. Korban diketahui bernama Sayyid Muhammad Niarizqy (21), asal Tulungagung, Jawa Timur.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Walikota Jaya Negara Salurkan Santunan JKK BPJS Ketenagakerjaan Kepada Ahli Waris Korban Banjir Pedagang Pasar Kumbasari

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyalurkan secara simbolis santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada dua orang ahli waris korban banjir yang merupakan pedagang di Pasar Kumbasari, di kantor Walikota Denpasar, Senin (6/10). 

Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Warga Desa Adat Kapal Antusias Ikuti Tradisi Perang Tipat Bantal

balitribune.co.id | Mangupura - Ribuan warga Desa Adat Kapal Kabupaten Badung pada Senin (6/10) mengikuti ritual unik Perang Tipat Bantal bertepatan Hari Purnama Sasih Kapat. Tradisi yang melibatkan lempar-lemparan ketupat (tipat) dan bantal (jajanan) antar warga di depan Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kapal melambangkan harmoni antara laki-laki (bantal) dan perempuan (tipat) ini digelar setiap tahun. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.