Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia Resmi Ditutup, Bupati Bangli: Lahirkan Saintis Besar Masa Depan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 07 Februari 2023
Diposting : 27 November 2022 15:16
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune / CEREMONY - closing ceremony ASMOPSS, Sabtu (26/11) malam di Alun-alun kota Bangli.
balitribune.co.id | Bangli - Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) merupakan ajang olimpiade sains dan matematika yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Bangli menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan ASMOPSS ke-12 bekerja sama dengan Surya Institute. Olimpiade bertaraf internasional yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di pulau Dewata ini digelar di Museum Geopark yang berlokasi di Kintamani, Bangli, Provinsi Bali.
 
Bangli ditunjuk menjadi tuan rumah setelah pihak dari Surya Institut menjalin kerjasama dengan Pemkab Bangli. Pemerintah Kabupaten Bangli bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ASMOPSS yang mana sebelumnya Surya institut sukses melaksakan kegiatan GASING yang melibatkan siswa SD dan SMP di Kabupaten Bangli. Metode GASING adalah suatu metode pembelajaran matematika dengan langkah demi langkah yang membuat anak menguasai matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan, hal tersebut yang membuat Bangli menjadi tuan rumah Olimpiade ASMOPSS.
 
Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 24 November, telah ditutup secara resmi oleh Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Penutupan berjalan dengan meriah karena menggabungkan dua event sekaligus yaitu pagelaran seni dan budaya Bangli serta closing ceremony ASMOPSS. Karena penyatuan dua event, selain pengumuman dan penyerahan medali olimpiade, kegiatan yang berlansung Sabtu (26/11) malam di Alun-alun kota Bangli juga diisi dengan pementasan seni musik dan tari dari siswa-siswa TK, SD dan SMP se Kabupaten Bangli. 
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, unsur Forkompinda serata Pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Bangli, Founder ASMOPSS Prof Yohanes Surya dan Presiden ASMOPSS Munasprianto Ramli Ph.D., Peserta ASMOPSS ke-12 ini berasal dari delapan negara di kawasan Asia yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Tajikistan, Vietnam, Hongkong dan Camdoia dengan total peserta 132 siswa. Beberapa negara lainnya membatalkan kesertaan dikarenakan kendala persiapan delegasi di negara masing-masing.
 
Tidak hanya berhenti pada rangkaian kegiatan tes akademik, ASMOPSS juga menyelenggarakan kegiatan yang menyenangkan bagi seluruh peserta ASMOPSS seperti Fun Science Activity, Cultural Performance dan Bangli cultural Tour. Keunikan kompetisi ASMOPSS ini adalah bahwa selain kompetisi antar individu di masing-masing bidang sains dan matematika, kompetisi antar tim (yang terdiri dari 4 siswa) yang terdiri dari eksperimen sains, eksplorasi matematika, dan gabungan soal matematika dan sains juga dipertandingkan, sehingga membantu memupuk kerjasama diantara para siswa anggota tim.
 
ASMOPSS selalu konsisten dalam mengundang juri-juri yang kompeten pada bidangnya masing-masing. Para juri ASMOPSS selalu memiliki kriteria yang tinggi dalam melakukan penilaian. Itulah mengapa seluruh peserta ASMOPS setiap tahunnya harus bekerja keras untuk bisa memperoleh nilai sempurna. “Awarding Night” yang berlangsung pada 26 November 2022, merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta. Pada malam inilah seluruh peraih medali emas, perak, dan perunggu dalam kategori sains dan matematika diumumkan. Tidak hanya itu, tim peraih kategori best team, 1st runner up, dan 2nd runner up juga diumumkan pada malam penganugerahan ini. Pada tahun ini Organizing committee juga memberikan special award kepada siswa Bangli terbaik. Suasana mulai menegangkan ketika Ketua Juri, Triwanto Simanjuntak, Ph.D dan Peter John, M.Si, naik ke panggung untuk menyampaikan sambutan sekaligus mengumumkan peraih medali pada masing masing bidang dan kategori tim lainnya. 
 
Pada ASMOPSS ke-12 ini, siswa-siswa pilihan perwakilan Indonesia dari berbagai daerah berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan, dan bersaing ketat dengan peserta dari Thailand. Berdasarkan penilaian yang diperoleh, Thailand berhasil menjadi juara umum dengan meraih 6 emas, sedangkan Indonesia meraih tiga medali emas dari total 12 medali emas yang diberikan oleh juri. Dari Kategory tim, best tim untuk tingkat SD diraih oleh Thailand dan Vietnam dan best tim untuk tingkat SMP diraih ioleh Thailand.
 
Pada acara penyerahan medali ini menjadi sangat istimewa karena salah satu siswa perwakilan Bangli yaitu I Made Wikan Mahatma Putra dari SDN 3 Taman Bali mendapat kalungan medali di Olimpiade Asia ini. I Made Wikan bersama teman kelompoknya berhasil menjadi 2nd runner up untuk kategori tim jenjang SD.
 
Setelah semua kategori diumumkan, Bupati Bangli menyampaikan ucapan selamat kepada semua pemenang dan berpesan agar para pemenang tetap bergiat dan berusaha untuk menjadi calon saintis besar di masa depan. Khusus kepada tamu-tamu internasional Bupati menyampaikan terima kasih serta harapan agar para tamu bisa menyampikan hal-hal baik berkaitan dengan penyelenggaraan ASMOPSS di Bangli dan mempromosikan wisata dan budaya Bangli kepada teman dan kerabat di negara mereka. Bupati Bangli juga menyampaikan rasa bangga, atas kepercayaan yang diberikan oleh penyenggara ASMOPSS dengan menjadikan Bangli sebagai tuan rumah acara berkelas internasional ini. 
 
Sementara itu Founder ASMOPSS, Prof Yohanes Surya, berpesan agar para siswa tetap bermimpi besar dan senantiasa belajar dengan tekun dan giat. Kepada orang tua dan Guru, Professor Yohanes surya menyampaikan pesan untuk dapat senantiasa bersemangat dalam membina siswa-siswa yang luar biasa ini. Pihaknya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangli, yang dipimpin oleh Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, yang telah sepenuhnya mendukung berlangsungnya olimpiade bertaraf internasional tersebut . 
 
"Semoga dengan dilaksanakannya event ini dapat memotivasi minat pelajar Bangli dalam ilmu matematika dan sains dalam rangka meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi, Menjalin kerjasama antar pelajar dan meningkatkan wawasan kebangsaan negara-negara di Asia, Sebagai promosi pariwisata alam dan budaya Bangli kepada pelajar dan masyarakat asia, serta Memacu pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata," tutup Prof Surya.