balitribune.co.id I Gianyar - Ombak pasang berketinggian 5 meter, tiba-tiba menerjang Pantai Lebih, Gianyar, Minggu (14/6/2026) pagi. Warga terpaksa menghentikan aktivitas lantaran areal terendam air laut. Sebagian warung makan khas laut memilih tunda buka dan nelayan tak ada yang berani melaut.
Pantuan di lokasi, ombak pasang awalnya menerjang secara tiba-tiba dan terus berlanjut hingga 1 jam. Akibatnya air laut meluap dan membuat panik warga. Tim penyelamat pantai pun digandakan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.
Ombak ganas ini mengakibatkan sejumlah warung dan bangunan permanen kena imbas. Sementara sebagian warung makan lainnya yang lokasinya dekat pantai, kemasukan air dan nelayan setempat pun tidak ada yang berani melaut. "Kami sudah antisipasi sehingga dapat menyelamatkan barang dagangan. Tapi sebagian lainnya sudah terlanjur basah kena air," ujar ibu Yunana, salah seorang pemilik warung makan
Atas kondisi ini Yunana mengatakan, untuk hari itu, dirinya dipastikan menunda buka untuk melayani tamu. Pasalnya, sebagian warung kemasukan air. Kalaupun air laut sudah menyurut hingga sore hari, kondisinya dipastikan tidak nyaman bagi pengunjung. "Mudah-mudahan besok, tidak ada lagi ombak besar," harapnya.
Luapan air luat juga menyulap sebagian halaman parkir pantai, menjadi kolam dalam hitungan menit. Sejumlah mobil yang sedang parkir terpaksa dievakuasi lantaran sebagian rodanya terendam pasir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, ombak besar itu kerap terjadi sehari setelah bulan purnama dan bulan mati. Namun ombak pasang kali ini, dinilai terbesar dalam enam bulan terakhir.
Sebagaimana kejadian tahun sebelumnya, ombak tinggi disertai angin kencang ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar warga pantai dan pengunjung senantiasa waspada.