Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer Tingkatkan Profesionalitas TNI | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 19 September 2020
Diposting : 15 February 2020 09:53
habit - Bali Tribune
Bali TribuneGAKTIB- Foto bersama personel Kodam IX/Udayana usai upacara gelar operasi Gaktib Polisi Militer di Lapangan Puputan Margarana, Jumat (14/2/2020).
balitribune.co.id | Denpasar - TNI dituntut untuk terus meningkatkan profesionalitasnya. Salah satu ciri dari profesionalitas adalah disiplin yang tinggi dan salah satu upaya TNI dalam memelihara kedisiplinan yang tinggi tersebut melalui gelar "Operasi Polisi Militer" dalam menegakkan ketertiban dan menegakkan hukum melalui "Operasi Yustisi".
 
"Sebelum menegakkan disiplin, dan tata tertib, maka seluruh satuan dan personel POM TNI harus terlebih dahulu menguasai tugas dan tanggung jawabnya serta berdisiplin tinggi," ujar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, dalam amanatnya yang dibacakan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP, pada Upacara Gelar Operasi Gaktib Polisi Militer dan Operasi Yustisi Polisi Militer Kodam IX/Udayana di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/2/2020).
 
Kegiatan ini bertemakan "Dengan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2020, Polisi Militer Siap Meningkatkan Ketaatan Hukum, Disiplin, dan Tata Tertib Prajurit Guna Membangun TNI yang Profesional dan Menjadi Kebanggaan Rakyat Menuju Indonesia Maju". Diharapkan kepatuhan terhadap norma, peraturan, dan hukum dapat ditegakkan, baik atas kesadaran individu maupun secara struktural formal oleh seluruh prajurit dan PNS TNI.
 
Petugas juga diingatkan untuk tidak bersikap arogan di lapangan, namun harus tegas dan tidak ragu-ragu serta mengedepankan profesionalitas. "Terapkan inovasi-inovasi baru gakkum yang dapat meningkatkan efektivitas dan optimalisasi pencapaian tugas pokok," tegas Panglima TNI.
 
Sasaran operasi ini, tercapainya budaya disiplin dan ketaatan pada aturan di lingkungan TNI yang terus meningkat. Segala upaya ini memerlukan dukungan dan kerja sama semua pihak, karena para pimpinan/komandanlah yang bertanggungjawab dan menjadi teladan ketaatan serta kedisiplinan seluruh bawahannya.
 
Pangdam IX/Udayana menambahkan, pelanggaran di wilayah Kodam IX/Udayana secara kuantitas dan kualitas dari tahun ke tahun menurun, sehingga TNI mampu terus memberikan kontribusi yang positif di tengah kehidupan berdemokrasi bangsa. 
 
"Untuk sanksi yang diberikan kepada anggota TNI yang melanggar, lebih berat dari pada masyarakat sipil, sebab TNI selain menerapkan pidana umum juga pidana militer," ujar Pangdam, seraya menuturkan, sinergitas TNI-Polri, Pemda, dan seluruh komponen masyarakat adalah kunci utama dalam menyelesaikan semua permasalahan dikehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
Upacara dengan sandi "Waspada Wira Tombak" dan "Citra Wira Tombak" ini dihadiri Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam dan para Asisten Kasdam IX/Udayana, LO AL, LO AU, beberapa Dansat/Kabalakdam IX/Udayana, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Dansat Brimob Polda Bali, Kasat Pol PP Prov Bali, BNNP dan Kadishub Prov Bali.