Operasi Ketupat Agung 2021 di Buleleng, Masyarakat Diminta Kedepankan Prokes dan Taati Imbauan | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 20 Oktober 2021
Diposting : 6 May 2021 06:30
Chairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune/ APEL - Bupati Agus Suradnyana pimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2021, Rabu (5/5).
APEL - Bupati Agus Suradnyana pimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2021, Rabu (5/5).
 
 
 
Singaraja, balitribune.co.id |  - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2021, Rabu (5/5/21). Apel yang berlangsung di Lapangan Taman Kota Singaraja diikuti oleh pasukan TNI-Polri dan unsur terkait pengamanan dalam Operasi Ketupat Agung 2021. 
 
Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa hadir bersama unsur pimpinan Forkompinda Buleleng. Rencananya, Operasi Ketupat Agung 2021 akan berlangsung selama 12 hari, mulai 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021. Fokus operasi adalah mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui sistem sekat dan penegakan protokol kesehatan, serta pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.
 
Selama Operasi Ketupat Agung Tahun 2021 berlangsung, Polres Buleleng menerjunkan 175 orang personel. Personel lain akan ikut mendukung operasi tersebut di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Pramuka, TNI, Jasa Raharja, serta pihak terkait lainnya
 
Bupati Agus Suradnyana mengatakan, motor dari Operasi Ketupat Agung 2021 adalah kepolisian. Namun dalam pelaksanaannya memerlukan sinergi semua pihak baik unsur Pemkab Buleleng, termasuk pihak adat yakni pecalang, secara bersama-sama mengamankan wilayah. Di tengah pandemi Covid-19 ini yang menjadi penekanan adalah ajakan untuk tidak mudik dan penerapan protokol kesehatan (prokes). Selain mengawasi pusat keramaian dan pusat perdagangan, pusat ibadah juga harus dijaga sehingga tidak terjadi klaster baru. ”Harus dilakukan tindakan tegas dan terukur, mulai teguran sampai denda administratif. Pemerintah mengkhawatirkan kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini,” ucap Agus Suradnyana.
 
Atas kondisi itu, Agus Suradnyana berharap masyarakat dapat memahami yang sedang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri semata untuk menjaga kesehatan masyarakat. ”Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudik dan mengurangi pusat keramaian. Beribadah juga mengikuti protokol kesehatan secara ketat,” imbuh Agus Suradnyana.
 
Kapolres Buleleng AKBP Sinar Subawa dalam penjelasannya mengatakan, selain melibatkan unsure terkait,kepolisian juga membuat sejumlah pos pengamanan selama Operasi Ketupat Agung 2021 berlangsung. “Pos sekat terpadu di Pejarakan, disana ada personel TNI/Polri, Dishub, Unsur Satpol PP, Dinkes dan unsur BPBD. Sedangkan pos pengamanan ada di Pos Lovina dan di Pelabuhan yang ditempati unsur Polri. Untuk Pos Pelayanan ada di Banyuasri,” jelas AKBP Sinar Subawa.
 
Selama operasi berlangsung, AKBP Sinar mengimbau masyarakat Buleleng untuk patuh pada arahan pemerintah selama melakukan kegiatan terutama tidak menyebabkan kerumunan saat hari raya  dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. ”Imbauan ini agar dipatuhi dan ditaati. Karena kesehatan dan keselamatan rakyat adalah menjadi hukum tertinggi,” tandas AKBP Sinar Subawa.