Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Padudusan Agung di Pura Goa Lawah

Salah satu rangkaian padudusan agung yang dilaksanakan di pura Goa Lawah

BALI TRIBUNE - Puncak Karya Padudusan agung di Pura Goa Lawah, akan dilaksanakan pada Selasa (15/1) besok. Namun sebelumnya sudah diawali dengan  berbagai kegiatan, antara lain; Nyujukang Taring, Ngunggahang Sunari, Nyuci, Nuhur Tirtha Ring Pura Sad Khayangan di Bali. Dan Minggu (13/1) kemarin, dilaksanakan upacara; Melasti, Mepepade dan Ngaturang Pekelem di Segara Goa Lawah. Menurut Bendesa Pura Goa Lawah dr. Bagus Darmayasa, puncak karya pujawali dipuput dua sulinggih, yaitu Ida Pedanda Istri Anom keniten dari gria jumpung anyar Dawan Kelod,  dan Ida Pedanda Buda Wayan Darma Sogata  dari Gria Wanasari. "Dalam rangkaian karya ini juga dilaksanakan Pawintenan beberapa warga pengempon dan warga lainnya. Karya piodalan ini di mulai Selasa (15/1) selama 7 hari dan Ida Betara Mesineb  (22/1) pukul 15.00 Wita," ungkapnya. Kepada umat Hindu di Bali maupun di luar Bali, yang ingin bersembahyang diharapkan menyesuaikan dengan waktu dudonan karya. Selain itu, bagi umat sedarma yang melaksanakan upacara nyegara gunung agar menghindari tabrakan jadwalnya dengan upacara yang sedang berlangsung di Pura Goa Lawah. "Pada kesempatan ini juga kami mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke Goa Lawah, hanya diperkenankan masuk sampai di Madya Mandala. Panitia juga akan mengatur pemedek yang ingin sembahyang dengan sistim kartu antrian agar pemedek yang akan sembahyang bisa teratur dan nyaman," ujarnya. 

wartawan
Redaksi
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.