Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pagelaran Busana Nusantara Berikan Ruang untuk Perempuan Berkreasi

Bali Tribune / PAGELARAN - sejumlah perempuan mengenakan busana adat khas Nusantara dalam acara Pagelaran Busana Nusantara di Denpasar, Minggu (26/5)

balitribune.co.id | DenpasarParade yang dilakukan para perempuan dengan menggunakan busana khas berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa perempuan bisa berdaya di zaman modern. Dalam hal ini perempuan dapat berkontribusi bagi negara dan keluarga yang memiliki peran untuk meningkatkan perekonomian. 

Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK), Putu Sawitri mengatakan, sangat penting meningkatkan nilai dalam diri perempuan. Sehingga hal tersebut akan berpengaruh pada tumbuhnya kepercayaan diri para perempuan untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan asosiasi kemasyarakatan. 

"Parade kembali lagi acara ini dari kita untuk kita, anggota perempuan dari kabupaten dan kota kita minta berperade menggunakan pakaian se-Nusantara," ujarnya saat kegiatan Talkshow Women Empowering Women and Fashion Show di Denpasar, Minggu (26/5).

Pada kegiatan ini mengajak belasan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Partai Golkar memamerkan produknya berupa kuliner, fesyen, perawatan kulit dan produk lainnya. Pameran UMKM tersebut juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya yang akan menjadikan pelaku usaha perempuan memiliki daya saing dan terdorong meningkatkan kualitas produknya. 

"Kita bikin acara ini walaupun dari berbagai organisasi sayap partai tapi kita bersatu menjadi Perempuan Golkar Bersatu. Kami membuat inisiatif membuat acara ini sebagai suatu gerakan rilaksasi setelah Pilpres. Kami merayakan Hari Kartini 2024 kemudian Hari Kebangkitan Nasional 2024 dan Hari Pendidikan Nasional 2024 digabung menjadi satu," jelasnya. 

Ia menuturkan, selain pameran terhadap UMKM binaaan dan parade busana Nusantara untuk merayakan Hari Kartini Tahun 2024 juga dilakukan kegiatan diskusi terkait memberdayakan perempuan dan band hiburan. "Kegiatan ini untuk memberdayakan perempuan terutama Perempuan Golkar Bersatu yang ada di 11 organisasi sayap partai," jelasnya. 

Lebih lanjut Sawitri yang didampingi Bendahara Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali, Suartini Dogek menyampaikan harapan dari kegiatan tersebut. "Karena ini pemberdayaan perempuan maka ingin membuat perempuan lebih berani mengepresikan diri dan value, sehingga perempuan bisa berbuat banyak kedepannya. Misal, dalam bidang politik dengan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan dirinya maka akan menjadi lebih berani dalam melangkah kedepan," imbuh Sawitri. 

Ketua KPPG Provinsi Bali, Gusti Ayu Putu Ardaba Kory berharap, kegiatan Talkshow Women Empowering Women and Fashion Show akan ada konsolidasi setelah pemilihan legislatif beberapa waktu lalu.  "Perempuan Golkar ada yang lolos ke DPRD Tingkat I dan II. Kemudian persiapan ke Pilkada di akhir tahun nanti. Jadi mulai sekarang kita rapatkan barisan karena terdiri dari banyak Ormas Perempuan Golkar di Bali ada 11 kita solidkan kembali persiapan untuk Pilkada. Pada kegiatan ini ada Pagelaran Busana Nusantara bahwa kita harus ingat lagi kekayaan leluhur. Kita berikan ruang untuk perempuan berkreasi di manapun berada asalkan positif, bisa diberikan ruang. Pagelaran Busana Nusantara melibatkan perempuan Golkar yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Bali," jelasnya. 

wartawan
YUE
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.