Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Paguyuban Warga Siantar di Rantau Gelar Gathering Satukan Ikatan Leluhur

Bali Tribune/ Jonson Krisman (tengah) didampingi pengurus Paguyuban Warga Siantar.

Bali Tribune, Nusa Dua - Kota Pematangsiantar yang hanya berjarak 128 km dari Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara dan 50 km dari Parapat, sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba. Sebagai kota penunjang pariwisata di daerah sekitarnya, Siantar begitu kerap disebut masyarakat, kota ini cukup terkenal di kalangan wisatawan. Di kota ini masih banyak terdapat sepeda motor BSA model lama sebagai becak bermesin yang menimbulkan bunyi keras. Wakil Presiden Republik Indonesia yang ke-3 Adam Malik, lahir di kota ini pada 22 Juli 1917. Warga Siantar sendiri selain berdomisili di Siantar dan sekitarnya banyak juga yang merantau ke luar daerah, seluruh nusantara bahkan info terakhir banyak pula yang tinggal di luar negeri.  Untuk menyatukan warga yang tersebar di seluruh pelosok negeri, mengikat mereka secara emosi terhadap tanah leluhur, rencananya warga Siantar yang ada di perantauan akan menggelar "Gathering". "Kalau tidak ada aral melintang tanggal 18 hingga 19 Februari 2019 kita menggelar pertemuan di Bali, tepatnya di Hotel Plago Taman Mumbul, Nusa Dua," ucap ketua panitia pelaksana, Jonson Krisman yang ditemui di sela persiapan acara, di Nusa Dua, Minggu (17/2).  Kegiatan ini akan dihadiri seluruh warga Siantar perantauan. Menurut Jonson yang pernah menjadi ketua paguyuban  warga Siantar tiga periode ini, sekitar lima ratusan lebih warga Siantar akan hadir. "Memang tidak mudah awalnya mengumpulkan mereka apalagi mereka tersebar di seluruh pelosok negeri. Perlu kerja ekstra," kata tokoh masyarakat Siantar yang juga pengusaha jasa konstruksi ini.  Ia mengakui tidak semua warga Siantar di rantau tahu akan kegiatan ini, namun melalui kegiatan di Bali diharapkan informasinya akan tersebar dan lebih banyak lagi yang merespon kelak. "Melalui paguyuban ini kita bisa saling mengenal, saling memperhatikan. Mungkin kemarin mereka tahu tapi tidak kenal. Nah melalui kegiatan ini mereka kita satukan kembali," imbuhnya.  Jonson berharap kegiatan ini akan dihadiri generasi muda Siantar, tujuannya tidak lain agar mereka kenal leluhur mereka, mengenal budaya mereka. "Saya kuatir nantinya budaya Siantar akan tergerus jika generasi muda kita tidak tahu. Terutama bagaimana mereka bisa mengerti dan faham menggunakan bahasa Siantar, karena bahasa Siantar itu unik, lain dari bahasa Mandarin umumnya," ujar Jonson sembari mengisahkan ketika dirinya tampil di Kedutaan Indonesia di Hong Kong, ia menggunakan bahasa Siantar sebagai bahasa pengantar.  Ia menjelaskan  rangkaian acara tanggal 18 Februari hari ini yaitu penuh kegiatan gathering, sedangkan keesokan harinya adalah pelantikan  pengurus baru paguyuban warga Siantar. "Jadi ini baru pertama kali kita buat acara pelantikan pengurus  di luar Jabodetabek," tutupnya sembari mengimbau warga Siantar yang ada di Denpasar bisa datang ke acara tersebut, baik di tanggal 18 Februari ataupun tanggal 19 Februari.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Jatiluwih Festival 2026 Padukan Olahraga Lari dan Budaya Tani

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen DTW Jatiluwih meluncurkan strategi promosi unik dengan mengolaborasikan aktivitas pertanian, keindahan alam, serta olahraga lari dalam ajang Bali Tourism Run pada 20-21 Juni 2026 mendatang.

Event perdana ini merupakan bagian dari Jatiluwih Festival 2026 yang untuk pertama kalinya resmi masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jelang Galungan dan Kuningan, Satgas Polda Bali Cek Harga Pangan

balitribune.co.id I Denpasar - Setelah umat Islam merayakan Idul Adha dan umat Buddha memperingati Waisak, masyarakat Bali kini bersiap menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Momentum keagamaan yang sarat makna ini biasanya diikuti peningkatan kebutuhan bahan pokok penting (Bapokting), mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula, kedelai, cabai, bawang, hingga daging.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Pastikan Jalan Lingkar Barat dan Jalan Tembus Unud-Ungasan Berproses

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kuta Selatan guna mengatasi persoalan kemacetan yang semakin meningkat, khususnya di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri puncak Karya Nyawa Wedana Utama di Wantilan Nusa Bangsul, Desa Adat Ungasan, Kuta Selatan, Minggu (31/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.