Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pahlawan Sungai Nyoman Muditha Ajak Masyarakat Perangi Sampah

Bali Tribune/ I Nyoman Muditha (65), Project Manager Sungai Watch.



balitribune.co.id | Denpasar - Geram dengan kondisi sungai yang semakin memburuk, bersama organisasi peduli lingkungan Sungai Watch, Nyoman Muditha mengajak masyarakat memerangi sampah dan mensucikan sungai.

Pencemaran sungai yang kian brutal adalah fakta pahit yang harus ditelan mentah-mentah. Sudah tak seperti dulu, sungai-sungai di Bali kini harus pasrah dengan keadaannya yang dipenuhi sampah plastik dan berbagai ceceran limbah rumah tangga lainnya.

Tak selamanya terpuruk pada pencemaran, Bali memiliki sejumlah pahlawan yang beraksi nyata membasmi musuh lingkungan. Salah satunya adalah I Nyoman Muditha (65), pria asal Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan yang tergadung dalam organisasi peduli lingkungan, Sungai Watch.

“Kita, masyarakat harus mulai sadar dan mawas diri pada kondisi lingkungan di Bali,” ungkap Nyoman Muditha.

Project Manager Sungai Watch yang sehari-harinya juga menggeluti kegiatan sebagai Pamangku ini, bersama para relawan setiap pagi menerobos genangan air dan mumungut sampah dari hulu hingga hilir sungai di berbagai daerah di Kabupaten Tabanan seperti seperti Yeh Lating, Beraban, Klating dan sekitarnya.

Ia tak pernah ragu menceburkan diri ke genangan air keruh yang dipenuhi bau tak sedap, serta sampah yang mengambang ke permukaan.

“Tidak ada perasaan jijik. Memungut sampah seperti hobi bagi saya. Kalau melihat sampah plastik di jalan seperti kantong plastik, saya pungut,” ungkap Muditha.

Semangat eks pemandu wisata ini makin menggebu-gebu setelah berulang kali mendapati kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai tanpa memikirkan potensi kerusakan lingkungan yang bisa terjadi. Menurutnya, sebagai sumber kemakmuran dan kehidupan, sudah sepantasnya sungai disucikan, bukannya dijadikan sebagai tong sampah dadakan.

Hal ini bersinergi dengan kepercayaan umat Hindu di Bali, bahwa selain bisa membawa kesuburan, sungai juga merupakan tempat dimana warga sering melakukan upacara suci, namun pada kenyataannya, keberadaan sungai masih belum bisa dihargai.

“Semua upacara kita tidak lepas dari sungai. Nganyud, ngangkid, ngaben semua kita lakukan di sungai. Lantas, kenapa usai upacara malah mengotori sungai? Ucapkan terimakasih pada alam lewat menjaga kebersihan setelah upacara,” paparnya.

“Kita bisa mulai dari hal-hal terkecil lebih dahulu, contohnya, pelengkap sesajen canang seperti permen adalah salah satu sampah yang paling sulit untuk di ambil di dasar sungai.

Bungkusnya yang terbuat dari plastik juga sangat sulit terurai. Permen bisa diganti dengan biskuit yang mudah terurai sehingga binatang liar juga bisa memakannya,” jelasnya.

Sungai Watch merupakan gerakan peduli lingkungan yang memiliki misi untuk menghentikan pencemaran sampah plastik di sungai-sungai di Bali dengan rutin mengadakan kegiatan pembersihan sungai.

wartawan
M2
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tewasnya Desak Gayatri di Moskow Ungkap Risiko Fatal Berangkat Non-Prosedural

balitribune.co.id | Singaraja - Desak Komang Ayu Gayatri, pekerja migran asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, meninggal dunia saat bekerja di Kota Moskow, Rusia. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, Desak Gaytari meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi ditempatnya bekerja.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.