Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pameran Bali Bangkit Digelar

Bali Tribune / PAMERAN- Pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit, di gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar, Kamis (20/1).

balitribune.co.id | DenpasarDewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali bersama Pemprov Bali di awal tahun 2022 ini kembali menggelar Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 1. Pameran dimulai pada 20 Januari hingga 16 Februari 2022 di Taman Budaya Denpasar.

Saat pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit, Kamis (20/1), di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan, Dekranasda melakukan tanggungjawab mengawasi, mengarahkan dan membimbing agar para perajin industri kecil menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap pada koridornya. Yakni memperkuat perekonomian Bali dan melestarikan warisan leluhur. 

"Seringnya karena sudah terseret arus bisnis ingin mengejar keuntungan yang banyak akhirnya salah kelola, salah sistem. Sehingga tugas mulia dalam pelestarian warisan leluhur hampir lenyap dan berdampak pada kehilangan warisan leluhur," ucapnya. 

Hal-hal tersebut yang dilakukan Dekranasda Bali selama 2021 lalu, kendati upaya itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Tapi kami akan tetap melakukan itu mengingatkan pada IKM Bali agar warisan-warisan Adi Luhung tetap ada kualitasnya, bila perlu meningkat, jangan dihancurkan," tegasnya yang akrab disapa Bunda Putri. 

Ia mengatakan, terkait endek yang merupakan kain tenun tradisional Bali semestinya diproduksi di daerahnya sendiri, hanya dengan cara ini IKM akan tetap hidup.

"Tetapi jika diproduksi di luar Bali lalu dijual kembali oleh pedagang kita, konsumen kita diambil. Itu yang menyebabkan para penenun tidak akan mau menenun lagi, karena tidak ada harapan hidup di situ. Karenanya moto dari kita, oleh kita, untuk kita itu benar-benar harus kita lakukan," tegasnya. 

Menurut dia, seharusnya adalah perajin yang menenun endek Bali, pedagang yang menjualnya dan digunakan oleh orang Bali serta masyarakat di seluruh dunia. Sistem ini yang akan menyejahterakan para perajin/penenun endek Bali. Ketika para perajin atau penenun Bali merasakan bahwa menenun adalah masa depan, maka anak-anak milenial pasti akan tertarik menjadi perajin tenun Bali. 

Sebab, sudah merasakan orangtuanya sejahtera dari menenun, tanpa disuruh pun keturunannya akan menenun. Namun yang terjadi dari 20 tahun belakangan, keberadaan penenun endek Bali mulai menyusut yang dikarenakan salah tata kelola.

 "Mari kita pakai kain endek yang ditenun di Bali hanya dengan begitu, kita bisa menjaga IKM di daerah menjadi sehat dan sejahtera," ajaknya.

Ia menambahkan, jika pelaku IKM sudah sejahtera maka ekonomi akan kuat. Berkat dukungan dari Gubernur Bali Wayan Koster dan Pemerintah Provinsi Bali dalam setahun, Dekranasda Bali sudah mengajak sekitar 700 IKM secara bergantian dan berulang di Pameran Bali Bangkit. 

Mengingat kewajiban Dekranasda yang menggunakan anggaran daerah dalam berpameran, dalam setahun harus mendapatkan 250 IKM yang baru yang ikut pameran dan sisanya 500 IKM masih bisa berulang. Kata dia, karena mengedukasi para pelaku IKM tidak cukup hanya sekali berpameran. Dekranasda menggunakan momen pameran tidak hanya untuk berjualan mempertemukan produsen ke konsumen juga melakukan edukasi. 

"Di dalam pameran kami menemukan kendala-kendala, hal-hal yang mengganjal kemajuan IKM kita. Kalau permodalan kami sudah dijaga oleh Bank BPD, pemasaran online sudah digawangi balimall.id yang lainnya adalah masalah izin," beber Bunda Putri. 

Ia meminta kerjasama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perizinan, karena hak kekayaan intelektual saat ini sangat penting untuk kelancaran usaha/bisnis dari pelaku IKM. "Karenanya Disperindag kami mohon berkenan untuk jemput bola membantu para perajin. Biasanya para perajin membuat kerajinan sangat rajin, tapi mengurus administrasinya kurang rajin. Jadi kita bantu mereka," katanya. 

Sementara itu pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Gubernur Bali Wayan Koster memuji kinerja dan prinsip Ketua Dekranasda Bali yang begitu kuat untuk melestarikan warisan leluhurnya.

"Saya terus mengamati yang dilakukan Ketua Dekranasda Bali, cara yang dilakukannya dalam memamerkan produknya, tampilan yang luar biasa. Pertama adalah dengan kekuatan prinsip untuk menjaga warisan budayanya. Ini yang sangat serius," ucap orang nomor satu di Bali ini.

Kata dia, produk-produk berbasis budaya wajib dijaga dengan prinsip yang sangat kuat. "Karena selama ini kita salah, banyak warisan budaya itu pindah tempat produksi. Jadi seperti endek, sempat endek itu dipakai secara massal di Bali tetapi belinya bukan di Bali. Apa yang terjadi dengan cara seperti itu? pertama kita kehilangan warisan budaya. Kedua, warisan budaya yang menjadi sumber kreasi dan inovasi dalam produksi itu dilakukan di luar, jadi yang menikmati pelaku usahanya di luar," bebernya.

Kondisi ini menyebabkan kehilangan warisan budaya dan kehilangan pelaku usaha yang melakukan usaha dari produk budaya. Diproduksi di luar dijual di Bali itu salah satunya terjadi di Pasar Klungkung, dimana produk luarnya terlalu banyak. 

"Jadi produk kita dibikin di luar, budaya kita diambil, kita beli. Jadi pasar kita yang kecil ini sekitar 4,3 juta orang hanya sedikit dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, pasar kita diambil. Banyak yang salah kelola dan dibiarkan berpuluh-puluh tahun. Maka sekarang harus ditata ulang dari hulu sampai hilir agar apa yang dilakukan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Bali. Yang prinsip adalah menjaga warisan budayanya," imbuh Koster. 

Menurut dia, hal ini harus menjadi kesadaran kolektif di Bali karena banyak pejabatnya justru salah arah. "Maka dicanangkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, maka membangun Bali dengan menjadikan budaya sebagai hulu. Menjadikan budaya sebagai mainstream dalam segala bidang, dalam segala sektor termasuk budaya. Ini kita kembangkan, kita berdayakan terutama budaya sebagai sumber nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali," sebutnya.

Ia mengajak tetap menjadi orang yang baik santun dan berbudi pekerti luhur, beretika, pantas tidak pantas baik tidak baik bisa diukur di depan publik. Bagaimana harus berucap di media sosial, bagaimana berucap dan bertindak di ruang-ruang publik, supaya martabat sebagai orang Bali terjaga yang dikenal memiliki budaya yang kuat. 

"Budaya juga dikembangkan sebagai ekpresi seni, produk-produk seni tari, gambelan sehingga seni berkembang.

Budaya kita jadikan sebagai basis pengembangan perekonomian Bali yang saya kembangkan menjadi Ekonomi Kerthi Bali. Karena Bali punya kekayaan keunikan keunggulan budaya. Maka kita dalam jangka panjang, generasi ke depan harus bertahan dengan budaya kita," tuturnya.

Selain itu Koster pun mengajak sebagai orang Bali harus eksis, bertahan, tumbuh berkembang dan berdaya saing dengan keunikan dan keunggulan yang dimiliki. "Jangan buat Bali terlalu tergantung dengan luar, bahaya. Maka saya melakukan proteksi terhadap keseluruhan, keunikan dan keunggulan alam, manusia dan kebudayaan Bali dan memberdayakannya untuk kemajuan Bali," terang Gubernur Koster.

wartawan
YUE

Pengacara Yuli Utomo Kembali Raih Penghargaan Internasional "The Best Presentation" di Konferensi Disabilitas dan Rehabilitasi Dunia

balitribune.co.id | Denpasar - Pengacara sekaligus mahasiswa doktor hukum Yuli Utomo, S.H., M.H., C.Med kembali meraih penghargaan internasional. Ia dinobatkan sebagai Best Presentation pada World Disability and Rehabilitation Conference (WDRC 2026) ke - 11 yang diselenggarakan di Bali, 10–11 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Kosan di Denpasar Isi 10 Kamar ke Atas Akan Dikenakan Pajak

balitribune.co.id I Denpasar - Wacana pemerintah memperluas penerimaan pajak terhadap sektor persewaan properti, termasuk rumah, kontrakan, dan kos-kosan pada 2027 mendatang, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar. Pemkot Denpasar menegaskan, pengenaan pajak terhadap usaha kos-kosan telah diatur dalam regulasi daerah, khususnya bagi usaha yang memiliki 10 kamar atau lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pungutan Bedah Rumah Gratis Akan Dikenakan Sanksi

balitribune.co.id | Denpasar - Tahun 2026 ini Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menambah jumlah rumah tidak layak huni menjadi layak huni melalui program bedah rumah di seluruh Indonesia yang menyasar sebanyak 400 ribu unit. Sedangkan tahun 2025 lalu, jumlah bedah rumah yang dilakukan pemerintah pusat ini menyasar 45 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Literasi dan Inklusi Keuangan Bali Tembus Tiga Besar Nasional

balitribune.co.id | Denpasar - Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali kembali menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Bali mencatat indeks literasi keuangan sebesar 78,77 persen, sekaligus menempatkan provinsi ini di posisi ketiga tertinggi secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Simpan Narkotika Nyaris 1,8 Kg, Pria Asal Medan Ditangkap di Jimbaran

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali kembali mengungkap kasus peredaran gelap narkotika. Seorang pria asal Medan berinisial YPS (25) diringkus bersama barang bukti hampir 1,8 kilogram narkotika jenis ganja dan sabu di sebuah rumah kos di Banjar Mekarsari Simpangan, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin (3/8/2026) pukul 00.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.