Pangdam IX/Udayana Bersama Bupati Gianyar Tanam Padi di Desa Sidan | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 1 July 2020 06:19
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/ TANAM PADI - Penanaman padi di Subak Gelulung dan Taman Bali Desa Sidan, Gianyar.
Balitribune.co.id | Gianyar - Pangdam IX /Udayana Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara bersama Bupati Gianyar Made Mahayastra, melaksanakan kegiatan penanaman padi demplot ketahanan pangan, dengan Bravo Lima dan Talitha Group di Subak Gelulung dan Taman Bali Desa Sidan, Selasa (30/6). 
 
Turut mendampingi penanaman benih varietas Ciherang dan Cigeulis tersebut Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, dan beberapa jajaran TNI, Ketua Bravo Lima Bali Alit Putra, Wakil Bupati Gianyar A.A. Mayun, Sekdakab. Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua PKK Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, dan beberapa Kepala OPD terkait.
 
Bupati Gianyar Made Mahayastra dalam sambutannya mengatakan Gianyar merupakan salah satu kabupaten yang bisa memberikan kontribusi positif pertumbuhan ekonomi di Bali sampai di hati masyarakat. Terkait di bidang pertanian, Bupati Mahayastra berterima kasih pada pihak TNI khususnya Kodim 1616/Gianyar, karena telah bersama-sama membantu menjaga ketahanan pangan di Gianyar. “Gianyar surplus 40 ribu ton dan tetap bisa kita pertahankan karena dari luas lahan yang ada di Gianyar dan kita bisa 2 kali panen dalam setahun,” kata Bupati Mahayastra.
 
Dimana sebenarnya background pariwisata di Kabupaten Gianyar adalah berbasis pertanian. Kalau tidak ada pertanian, pariwisata Gianyar tidak akan mampu bertahan. Bahkan Bupati Mahayastra menegaskan, saat ini Kabupaten Gianyar telah memiliki  Perda tentang Perlindungan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Ini adalah kewajiban pemerintah untuk melindungi pertanian di Gianyar. 
 
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara pada kesempatan tersebut mengatakan  merasa bangga dapat langsung ke Gianyar di awal masa tugas setelah dilantik beberapa waktu lalu. Menurutnya, menjaga ketahanan pangan merupakan tugas bersama. Apalagi situasi pandemi ini tidak diketahui kapan akan berakhir, sedangkan kehidupan terus akan berjalan. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan, secara perlahan-lahan semua aspek ekonomi akan dibuka dan tentu saja tetap dengan protokol kesehatan. “Kegiatan ini sangat strategis untuk mulai membuka tatanan kehidupan normal yang baru secara perlahan-lahan, meski Kabupaten Gianyar sudah surplus namun hal ini harus dijaga agar tetap berkelanjutan,” tegas Mayjen Kurnia Dewantara.
 
Ditambahkannya, penanaman padi ini suatu hal yang baik dan sebagai upaya bersama dalam meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat. Menurutnya,  TNI adalah ibu kandung masyarakat, jadi suatu hal yang wajar TNI bekerja sama dengan Bravo Lima untuk turun membantu masyarakat memotivasi masyarakat bagaimana kesejahteraan bisa meningkat.
 
Perbekel  Desa Sidan I Made Sukra Suyasa menjelaskan di subak Gelulung  Banjar Blahpane luas lahan yang dikerjasamakan saat ini seluas 60 hektar, tapi yang baru digarap demplot dengan Bravo Lima dan Talitha baru seluas 2 hektar. Dimana dari luas tersebut  1 hektar digunakan dengan bibit ciherang dan 1 hektar lagi ditanami bibit cigeulis. Made Sukra Suyasa juga berterima kasih dengan kerjasama ini karena mayoritas warganya adalah petani, untuk ketahanan pangan di daerahnya.