Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pangdam: Meningkatnya Angka Kesembuhan Didukung Faskes yang Memadai

Bali Tribune/ Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Wilayah Bali yang digelar di Ruang Rapat Balai Gajah Jaya Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Sabtu (20/6).
Balitribune.co.id | Denpasar - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, mengapresiasi tingkat kesembuhan pasien yang terpapar Covid-19 di Provinsi Bali didukung oleh fasilitas kesehatan (faskes) yang memadai.
 
"Memasuki minggu terakhir, angka penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 cenderung naik, namun kita tetap diuntungkan dengan meningkatnya angka kesembuhan di Provinsi Bali, yang didukung oleh fasilitas kesehatan yang cukup memadai, termasuk tersedianya fasilitas laboratorium," ujar Pangdam, disela Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Wilayah Bali yang  digelar di Ruang Rapat Balai Gajah Jaya Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, akhir pekan lalu.
 
Rapat evaluasi guna mencegah penyebaran dan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali secara menyeluruh kali ini melibatkan seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. 
 
Turut hadir dalam rapat evaluasi tersebut, Wagub Bali dan Sekda Provinsi Bali selaku Ketua Harian, serta para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali diantaranya, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali (diwakili Wakapolda Bali), Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, dan Danlanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Radar Soeharsono.
 
Pada kesempatan itu, Pangdam mengatakan bahwa pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada 102 pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan "new normal" (tatanan era baru). Hal ini memunculkan pro dan kontra serta polemik di masyarakat luas, termasuk pada masyarakat di wilayah Bali.
 
Sehubungan dengan kebijakan pemerintah kata Pangdam, khususnya Pemprov Bali harus segera menyosialisasikannya, terutama kepada Satgas yang tergabung dalam Gugus Tugas yang ada di lapangan.
 
Sehingga, Satgas tersebut dapat mengambil langkah dalam menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menerapkan kebijakan pemerintah daerah guna menghadapi penanganan Covid-19 di Provinsi Bali kedepan.
 
"Kodam IX/Udayana selalu siap membantu dan terus berkoordinasi dengan Pemprov Bali dalam melakukan pengawasan dan pengendalian bersama dengan Satgas Gugus Tugas lainnya guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 untuk menghadapi "new normal" di wilayah Bali," tegas Jenderal Benny Susianto.
 
Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G,  menambahkan, tujuan dilaksanakan kegiatan rapat tersebut untuk mengevaluasi penanganan Covid-19 di Provinsi Bali hingga saat ini.
 
"Sesuai dengan data terakhir, memang cenderung mengalami peningkatan, sehingga mempengaruhi kinerja Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali. Maka perlu dilakukan langkah-langkah konkret untuk mempercepat proses penanganan selanjutnya," kata Kapendam. 
wartawan
Djoko Moeljono
Category

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG, Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Merespons situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok pangan di wilayah Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.