Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pariwisata Goyang, Pemkab Gianyar Menunggu Konsep Recovery

Bali Tribune/ LENGANG - Aktivitas Pariwiasata Ubud yang menurun dan tampak lengang.
Balitribune.co.id | Gianyar - Indonesia yang kini masuk dalam peta sebaran Virus Corona Global, dipastikan akan semakin berdampak terhadap kondisi pariwisata di Bali, khusus Gianyar yang kini sudah bergoyang. Dalam kondisi ini, persiapan strategi pemulihan citra pariwisata sangat dibutuhkan dan mendesak karena akan berimbas pada perekonomian masyarakat.  
 
Namun, Pemkab Gianyar tidak bisa berbuat banyak, selain menunggu konsep recovery atau pemulihan pariwisata yang diturunkan dari Pemerimtah Pusat dan Pemprov Bali. Kadis Pariwisata Gianyar AA Gde Putrawan, Selasa (3/3), mengakui Pemkab Gianyar sampai saat ini menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait recovery atau pemulihan pariwisata di Bali. Namuan, pihaknya sudah menerima informasi jika pemerintah pusat sudah menyiapkan langkah untuk pemulihan pariwisata, sehingga daerah masih menunggu kebijakan pusat. “Kami di Kabupaten masih menuggu juklak-juknis berkait recovery pariwisata ini. Yang artinya pemulihan berlaku keseluruhan, bukan hanya di Gianyar,” terangnya.
 
Disebutkan, pemulihan pariwisata tidak bisa sektoral atau di kabupaten saja, namuan secara keseluruhan di Bali. Karena recovery ini harus berjalan dengan konsepnya one island, one manajemen. Tidak bisa pemulihan dilakukan di Gianyar atau Badung saja. Ini menyangkut keseluruhan di Bali, bahkan di Indonesia. Sehingga dengan pemulihan pariwisata, pemerataan ekonomi dapat dirasakan seimbang, mengingat sektor pariwisata juga berpengaruh pada sektor lain. “Jumat mendatang, seluruh bupati, wabup, sekda, dispar, dan pelaku usaha akan diundang Gubernur Bali untuk Rakor recovery pariwisata di Bali. Paling tidak pemulihan pariwisata dilakukan secara bersama-sama oleh komponen masyarakat Bali,” terangnya.
 
Sementara angka kunjungan wisatawan pada obyek yang dikelola Pemkab Gianyar disebutkan mengalami penurunan 10% bila mengacu pada jumlah kunjungan bulan Februari 2019. Dimana kunjungan pada Januari 2019 sebanyak 102.040, di Januari 2020 naik menjadi 116.452. Sedangkan di bulan Februari 2019 kunjungan 102.864 di bulan February 2020 turn menjadi 92.207 wisatawan. “Penurunan ini terjadi karena warga Negara asing akan menaati travel warning yang dikeluarkan pemerintahnya,” tandasnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukcapil Denpasar Buka Selama Cuti Bersama, Layani 273 Dokumen Kependudukan

balitribune.co.id I Denpasar - Selama cuti bersama Idul Fitri menjadi momen bagi warga Denpasar untuk mengurus dokumen kependudukan di Dukcapil yang bertempat di Lumintang, Denpasar. Kondisi ini menjadi waktu luang bagi warga, selain tidak banyak antre juga pelayanan lebih cepat.

Baca Selengkapnya icon click

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.