balitribune.co.id I Mangupura - Kondisi pascaledakan trotoar di kawasan Jalan Darmasaba, Banjar Menesa, Kecamatan Abiansemal, Badung, masih menyisakan kekhawatiran bagi warga sekitar. Hingga Rabu (22/4/2026), bau bensin dilaporkan masih tercium cukup menyengat, terutama di area saluran drainase.
Peristiwa yang diduga dipicu kebocoran pada instalasi SPBU Darmasaba itu membuat aktivitas warga dan pelaku usaha belum sepenuhnya pulih. Mereka khawatir potensi kebakaran masih bisa terjadi jika kondisi tersebut belum tertangani.
Salah satu penjaga salon di dekat lokasi, Sinta Natasya (23), mengatakan bau bensin sudah tercium sejak kejadian ledakan pada Jumat (14/4/2026). Ia menyebut aroma tersebut sempat hilang sementara saat hujan deras, namun kembali muncul beberapa jam kemudian.
"Bau bensin masih sering muncul. Kemarin sempat hilang waktu hujan, tapi sore sudah tercium lagi," ujarnya.
Selain bau menyengat, kerusakan trotoar di sekitar lokasi juga dinilai memperparah kondisi. Retakan pada beton membuat kekhawatiran warga meningkat, terutama terkait kemungkinan adanya sisa kebocoran.
Dampak kejadian ini juga dirasakan pelaku usaha. Sinta mengaku jumlah pelanggan di tempatnya menurun karena kondisi lingkungan yang dianggap tidak aman.
"Sangat mengganggu, bahkan ada usaha lain yang memilih tutup sementara karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aroma bensin sebenarnya sudah tercium sejak beberapa hari sebelum ledakan terjadi. Namun saat itu, warga mengira bau tersebut berasal dari aktivitas normal pengisian bahan bakar.
"Awalnya tidak curiga, ternyata memang ada kebocoran," imbuhnya.
Sementara itu, teknisi SPBU Darmasaba I Wayan Budiarta (35), belum memberikan penjelasan rinci terkait dugaan kebocoran. Ia menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung.
"Masih ditangani pihak Kepolisian dan juga Pertamina. Kami tunggu hasilnya," ujarnya singkat.