balitribune.co.id I Bangli - Pasca tiga warga yang salah satunya wisatawan asal Cina menjadi korban gigitan anjing positif rabies pada Senin (13/7/2026), Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli turun melakukan vaksinasi dan eliminasi secara selektif pada Rabu (15/7/2026)
Menurut Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma dari hasil pemeriksaan sampel otak anjing yang menggigit warga hasilnya anjing tersebut positif rabies. Menyikapi jika anjing yang menggigit warga positif rabies, kata Sarma, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pihaknya telah melakukan dua hal penting. Selain edukasi yakni vaksinasi emergency dan eliminasi selektif tertarget dan terpilih. ”Untuk vaksinasi dan eliminasi tadi pagi sudah dilakukan, khusus untuk eliminasi menyasar anjing yang sempat kontak dengan anjing positif rabies,” jelas Wayan Sarma.
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli. “Memang kasus gigitan terjadi di Lingkungan Banjar Sedit dan Banjar Kawan, tapi vaksinasi emergency hanya dilakukan di Banjar Sedit saja, karena bulan kemarin sudah dilakukan vaksinasi di Lingkungan/Banjar Kawan Bangli,” jelas Kadis asal Kecamatan Tembuku ini.
Sedangkan eliminasi dilakukan di seputaran Kawasan Permukiman LC Uma Aya, Bebalang Bangli. Disinggung penyebab meningkatnya kasus gigitan anjing positif rabies yang terjadi belakangan ini , kata Sarma fenomena ini tidak hanya terjadi di Bangli saja, namun juga terjadi di daerah lain. ”Kalau kita cermati polanya seperti musiman dan kasus terjadi juga di beberapa daerah,” ungkap Sarma.
Menurut Sarma peran serta masyarakat sangat penting dalam pencegahan rabies Salah satunya yakni rutin melakukan vaksinasi utamanya bagi Hewan Penyebar Rabies (HPR) seperti anjing , kucing yang dipelihara. Disamping itu dalam memelihara baik itu anjing maupun kucing jangan sampai diliarkan.