Pasien Covid-19 Meninggal Turun Dratis, Petugas BPBD Tak Lagi Kewalahan | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 27 November 2021
Diposting : 20 October 2021 06:14
ATA - Bali Tribune
Bali Tribune/ JENAZAH – Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar menangani jenazah pasien positif Covid-19.

balitribune.co.id | Gianyar - Setelah berbulan-bulan bergelut dengan pakaian ala "astronot", petugas BPBD yang difungsikan sebagai petugas pemulasaraan, kini mulai bisa bernafas lega. Menyusul penurunan jumlah pasien Covid-19 termasuk pasien yang meninggal.

Penurunan ini pun membuat petugas tidak kewalahan lagi dalam pemulasaraan pesien meninggal yang terkonfirmasi Covid-19. Hal itu terjadi sejak sebulan lalu atau sejak Gianyar masuk ke dalam PPKM Level 3. Dimana hal tersebut terjadi karena jumlah pasien yang meninggal mulai berkurang. Selain itu, pasien yang meninggal saat ini langsung dikremasi.

Dari data yang diterima, Selasa (19/10/2021),  bukan  Agustus kemarin merupakan hari tersibuk anggota BPBD Gianyar dalam menangani pasien meninggal yang terkonfirmasi Covid-19. Sebab saat itu, mereka sampai menguburkan 14 jenazah. Namun seiring peningkatan vaksinasi usia produktif dan lanjut usia, angka kasus pun mulai bisa ditekan hingga Gianyar masuk dalam PPKM Level 3. Terbaru yakni 19 Oktober 2021 ini, Gianyar sudah berada di PPKM Level 2.

Kepala BPBD Gianyar Ida Bagus Suamba saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sejak sebulan lalu atau sejak PPKM Level 3, pihaknya sudah tidak kewalahan lagi dalam pemulasaraan pesien meninggal terkonfirmasi Covid-19. Saat ini, kata dia, di RSUD Sanjiwani, tercatat ada satu pasien. Dan itu pun akan langsung dikremasi pada 23 Oktober ini.

"Syukurlah sejak PPKM Level 3, jumlah pasien Covid-19 sudah berkurang. Sekarang yang tercatat ada 1 jenazah saja di RSUD Sanjiwani, akan dikremasi tanggal 23 di Punduk Dawa," ujarnya.

Dengan  turunnya level PPKM di Gianyar yang kini sudah Level 2,  diharapkan benar-benar telah mengurangi angka pasien Covid-19 secara signifikan.
"Mudah-mudahan segera kita ke Level 1, dan keadaan bisa normal lagi," pungkasnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler