Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Peace Band Luncurkan Klip "Kopi Pahit Sik Luh"

Peace Band (ist)

Denpasar, Bali Tribune

Menandai enam tahun tahun kiprah di dunia musik, Peace Band Bali akan meluncurkan video klip terbaru dari lagu  “Kopi Pahit Sik Luh” akhir bulan ini. Klip tersebut akhirnya selesai digarap setelah enam bulan lagu Kopi Pahit Sik Luh beredar di sejumlah media online seperti Soundcloud, Reverbnation, Youtube.

Kopi Pahit Sik Luh sendiri merupakan lagu andalan dari album “Abisatya” yang dirilis awal tahun 2016 ini oleh band yang digawangi Ricky/Ric (Vocal), Wirya (Gitar 1), Rayz (Back Vocal + Gitar 2), Tomy (Bass), Dodix Johnny (Drum), dan Mank Anna (Keyboard). Tak salah jika band menjadikan Kopi Pahit Sik Luh, karena lagu itu yang paling banyak di-request.

Karena itu pula, banyak pecinta lagu Bali lebih mengenal band yang terbentuk pada 14 Februari 2010 lalu sebagai band Kopi Pahit Sik Luh. “Tujuan kami merilis klip ini untuk mendapat masukan dari pecinta lagu Bali terhadap karya kami,” kata Ricky sang vokalis dalam jumpa media di Denpasar, Minggu (24/7).

Ditambahkannya, dibutuhkan waktu tiga bulan lebih untuk persiapan. Di antaranya untuk mematangkan konsep, pemilihan model, dan lokasi. Juga untuk mencari sponsor. “Kami pikirkan matang konsep untuk video klip hits album terbaru kami ini. Untuk itu model dan lokasi kami tidak asal pilih. Kami survei dulu,” kata Ricky.

Konsep video klip menggambarkan manisnya hidup seorang pria yang terlahir tampan, karismatik, dan proporsional sehingga menjadi idola oleh banyak wanita. Namun di balik itu, dia justru memendam rasa kepada wanita yang tidak mengidolakannya. Di klip ini digambarkan perjuangan sang pria untuk mendapatkan cintanya.

Klip Kopi Pahit Sik Luh akan dirilis di Boshe VVIP Club, Selasa (26/7), didukung sejumlah band, di antaranya Imajinasi Bali, Adhiksa, Moksha, Tiga Satoe (TS), dan BOS Band. “Dengan rilisnya klip ini, semoga kami terpacu untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi ke depannya. Semoga juga misi kami turut melestarikan musik berbahasa Bali dapat tercapai,” ungkap Ricky.

Hingga kini, Peace Band Bali telah merekam 21 lagu bergenre alternative. 12 lagu di antaranya telah dirilis dalam album “Abisatya”. Makna dari album yang mengambil dari kata berbahasa Sansekerta ini adalah teman seperjuangan atau sahabat karib. Adapun klip yang telah dirilis oleh grup band ini adalah “Tresna Sing Dadi Tawah”. Disusul dengan “Kopi Pait Sik Luh”.vtr

wartawan
habit
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.