balitribune.co.id | Mangupura - Paguyuban pedagang pantai dianggap memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Hal itu yang mendorong pengelola kawasan pariwisata di Nusa Dua Kabupaten Badung bersama pihak hotel memberikan pelatihan dengan materi Sustainability/Green Initiative, Communication Skill in Hospitality Industry, dan Pencegahan Pelecehan Seksual, sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Badung, Selasa (3/2). Materi tersebut sebagai standar pariwisata global yang berlaku saat ini.
Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua, Made Purnama Damayanti, menyampaikan pelatihan ini merupakan tanggungjawab bersama dalam menjaga kualitas layanan, lingkungan, serta citra kawasan pariwisata Nusa Dua sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven yang berkelas dunia. "Dimana Paguyuban pedagang pantai memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan wisatawan," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan materi pelatihan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Sehingga kualitas layanan, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing kawasan pariwisata Nusa Dua dapat terus terjaga.
Sinergi pengelola kawasan dengan hotel dan masyarakat lokal diyakini menjadi kunci dalam menjawab tantangan pariwisata saat ini. Pasalnya, perkembangan pariwisata saat ini menuntut seluruh pelaku usaha di kawasan untuk terus meningkatkan profesionalisme layanan, sikap ramah dan beretika, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi keberlangsungan usaha masyarakat lokal.
Ketua KUD Yasa Segara Bengiat, I Wayan Sudarya menyampaikan, pelatihan bagi masyarakat lokal di Nusa Dua yang bekerja sebagai pedagang di pantai ini memberikan manfaat nyata dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan. "Sehingga dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sekaligus mendorong keberlanjutan usaha masyarakat lokal,” katanya.