Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di Era Pandemi Covid-19

Bali Tribune / PENGABDIAN MASYARAKAT - Kegiatan pengabdian masyarakat Program Studi Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Toya Devasya Batur, Bangli, Jumat (10/12).

balitribune.co.id | Bangli - Toya Devasya merupakan salah satu destinasi wisata pemandian air panas alami yang terletak di pinggir danau Batur, Bali. Selain memiliki tempat pemandian, terdapat pula pelinggih/tugu suci dan beberapa pancoran yang kerap dijadikan tempat melukat/membersihkan diri khususnya bagi masyarakat Bali. Meskipun demikian, Toya Devasya juga banyak dikunjungi wisatawan domestik bahkan hingga mancanegara terlebih di hari libur.

Dari data yang didapatkan, jumlah kasus kegawatdaruratan yang paling sering ditemui di sektor pariwisata ini adalah kasus tenggelam. Oleh sebab itu, Program Studi Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kasus darurat dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada seluruh staff Toya Devasya sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat (10/12), berlokasi di Toya Devasya Batur, Bangli. Kegiatan ini adalah kerjasama prodi spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Perdatin Bali, alumni Balinesthesia, IDI Bangli, dan Toya Devasya.

Lihat foto: Kegiatan Pelatihan BHD Toya Devasya

Tenggelam merupakan kasus gawat darurat, yang menjadi penyebab kematian utama pada anak akibat kecelakaan saat berwisata, dan memerlukan pertolongan cepat di tempat kejadian, dilanjutkan dengan perawatan secara intensif bila perlu. Secara umum, di dunia ada sekitar 500.000 orang tenggelam setiap tahunnya dan kejadian tenggelam pada anak sekitar 4,6/100.000/tahun. Angka kematian akibat tenggelam 32,8/100, dan 5-12% korban yang berhasil bertahan hidup namun mengalami kerusakan neurologis berat yang permanen. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengetahuan tentang penanganan awal pada kasus tenggelam dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) secara umum.

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung. Apabila dilakukan dengan tepat dan segera, penanganan awal ini dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang. BHD dapat dilakukan oleh siapa saja (bukan hanya oleh petugas medis atau paramedis) dan dimana saja. Semakin banyak kalangan masyarakat yang mengerti cara melakukan BHD, maka semakin cepat korban mendapat pertolongan yang tepat, sehingga diharapkan semakin baik prognosis dan angka harapan hidup korban yang mengalami henti napas atau henti jantung.   

Terkait dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, kegiatan Pelatihan BHD yang diselenggarakan di Toya Devasya Batur ini diikuti oleh pegawai Toya Devasya yang telah setuju mengikuti kegiatan secara langsung (offline dan hands on) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (pemeriksaan suhu tubuh dan selama kegiatan tetap memakai masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak). Pelatihan BHD berlangsung selama kurang lebih lima jam, yang dimulai pada pukul 09.00 hingga 14.00 WITA. Acara dimulai dari pembukaan, registrasi, dan dilanjutkan dengan pemberian materi serta simulasi BHD pada manekin yang diakhiri dengan sesi tanya-jawab serta pembagian hadiah bagi penanya terbaik.

Materi yang diberikan meliputi langkah-langkah bantuan hidup dasar, yaitu danger, response, shout for help, circulation, airway, dan breathing atau dapat disingkat dengan D-R-S-C-A-B. Langkah D (danger) pertama adalah saat penolong memperhatikan lingkungan sekitarnya dan lingkungan sekitar korban, bila lingkungan aman untuk penolong dan korban, maka penolong dapat segera menghampiri korban. Dilanjutkan dengan langkah R (response) yaitu mengecek kesadaran korban dengan cara memanggil korban atau menepuk pundak korban. Jika korban tidak sadar, maka segera minta pertolongan (shout for help), dapat dilakukan dengan berteriak ke sekitar atau segera menghubungi rumah sakit terdekat. Selama menunggu bantuan datang, penolong dapat segera mengecek sirkulasi korban (circulation), dengan meraba denyut nadi radialis di pergelangan tangan atau denyut nadi karotis di leher korban. Bila tidak teraba denyut nadi, maka penolong dapat memposisikan korban terlentang di atas alas yang keras dan datar, lalu segera memberikan kompresi dada atau Resusitasi Jantung-Paru (RJP) kepada korban sebanyak 30 kali kompresi dengan kecepatan 100x/menit. Dilanjutkan dengan mengecek jalan napas korban (airway) dengan melihat di hidung, mulut, pengembangan dada korban, dan mendengarkan suara napas korban. Bila tidak ditemukan napas, penolong dapat segera memberikan bantuan napas (breathing) yang dilakukan simultan setelah kompresi dada, dengan perbandingan 30 kompresi dan 2 kali napas bantuan.

Para peserta yang mengikuti kegiatan ini tampak sangat antusias selama proses simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Proses interaksi berlangsung secara aktif dan menarik dimana ketika peserta memberikan berbagai pertanyaan dan komentar kepada pemberi materi. Kegiatan diakhiri dengan penutupan dan pembagian hadiah berupa alat-alat kesehatan bagi peserta dengan pertanyaan terbaik. Meskipun terdapat berbagai keterbatasan karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19, pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada masyarakat tetap dapat diselenggarakan guna menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Diharapkan kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat berguna bagi masyarakat, khususnya bagi para peserta yang sudah mengikuti acara ini.

wartawan
RED
Category

Srikandi Denpasar Guncang Panggung Ardha Candra

balitribune.co.id I Denpasar - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Bali, saksi bisu malam yang beralih rupa menjadi palagan seni murni. Sabtu (20/6) malam, para srikandi yang tergabung dalam Sekehe Gong Kebyar Wanita (GKW) Swara Ratna Kencana, Banjar Anyar-Anyar, Desa Ubung Kaja, melangkah dengan keanggunan yang kokoh.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Empat Busana Sakral Badung Curi Perhatian PKB XLVIII 2026, Angkat Jejak Tradisi dari Pecalang hingga Payas Agung Mengwi

balitribune.co.id | Denpasar – Duta Kabupaten Badung tampil memukau dalam Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Bali, Minggu (21/6/2026).

Penampilan ini menjadi ajang Badung menegaskan kekayaan warisan budaya melalui empat busana adat sakral yang sarat makna filosofis dan nilai spiritual.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Pimpin Apel HUT Kota Amlapura ke-386

balitribune.co.id | Amlapura - Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, memimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-386 Kota Amlapura yang mengusung tema "Tak Mudah Tapi Harus Bisa",. Tema ini mengandung makna penting yakni tekad bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dituding Reklamasi Pantai Yeh Panas, Budi Adnyana: Itu Proyek Penahan Pantai

balitribune.co.id I Singaraja - Proyek pembangunan senderan di kawasan Pantai Yeh Panas, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, menjadi sorotan setelah muncul tudingan pekerjaan tersebut merupakan aktivitas reklamasi. Isu itu bahkan mendapat perhatian dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.