balitribune.co.id | Singaraja - Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026 di Provinsi Bali dipusatkan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Putu Agustini, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Kamis (30/4/2026). Pelayanan ini menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperluas akses serta meningkatkan kualitas pelayanan KB di tengah masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan KB sekaligus mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang yang dinilai lebih efektif. Antusiasme masyarakat di Desa Tukadmungga terlihat dari partisipasi 30 akseptor, yang terdiri dari 6 pengguna IUD dan 24 pengguna implan, menunjukkan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, mengatakan, ber-KB merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga. Sebab melalui Pelayanan KB Serentak ini kita harap masyarakat lebih sadar dalam merencanakan kehidupan keluarga secara matang, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup. "Pelayanan KB bukan sekadar penyediaan alat kontrasepsi, tetapi merupakan bagian dari upaya besar dalam membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna, menyampaikan, bahwa keberadaan bidan memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan. Ia menegaskan bahkan wa bidan bukan hanya tenaga medis, tetapi juga sahabat perempuan dalam setiap fase kehidupan.
"TPMB tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya perencanaan keluarga. Program KB, lanjutnya, merupakan langkah strategis dalam menjaga kesehatan ibu, memastikan tumbuh kembang anak yang optimal, serta mencegah risiko stunting sejak dini.," katanya.
Pelayanan KB Serentak merupakan salah satu strategi pembangunan kependudukan nasional yang bertujuan mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang serta keluarga yang berkualitas. Dalam pelaksanaannya, bidan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai edukator yang aktif mendampingi masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi, terutama dalam momentum peringatan HUT IBI ke-75.
"Upaya ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan akses serta mutu layanan KB, termasuk mendorong pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif," ujarnya.
Melalui Pelayanan KB Gratis di Desa Tukadmungga ini, diharapkan semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya perencanaan keluarga. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan kependudukan yang berkelanjutan di Provinsi Bali.