balitribune.co.id | Denpasar - Sebagai upaya pelestarian lingkungan di sepanjang Pantai Sanur, Denpasar, pengelola akomodasi wisata bersama puluhan wisatawan turut terlibat dalam pelepasan tukit ke habitatnya dan bersih-bersih pantai dimulai dari Puri Santrian hingga Pura Tanjung Sari Sanur, Kamis (21/4/2026). Kegiatan bersih-bersih pantai ini berhasil mengumpulkan sebanyak 20 karung sampah plastik.
Executive Assistant Manager Puri Santrian, I Made Suardana mengatakan, di Bali sekarang ini sedang viral mengenai sampah dan solusi untuk mengatasinya salah satunya dengan bersih-bersih di pantai. Hal itu yang mendorong akomodasi wisata Santrian Group untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di sepanjang Pantai Sanur.
"Di pantai ada banyak sampah plastik. Kita sangat bangga bisa mengambil plastik-plastik itu. Setelah kita bersihkan kondisi pantai sekarang sudah bersih. Sampah yang berhasil dikumpulkan ada sekitar 15 sampai 20 kampil, isinya sampah plastik saja. Kalau yang organik tidak diambil," katanya.
Kata dia, sampah yang terkumpul dari hasil bersih-bersih di bibir pantai akan dikelola oleh pihak ketiga. Kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan menjadi tempat lalu-lalang wisatawan diharapkan akan tetap berlanjut, dimana Santrian Group berupaya melakukan kegiatan ini secara rutin setiap tahunnya.
Lebih lanjut Suardana mengatakan, wisatawan selalu tertarik mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke alam bebas.
"Saya heran lihat antusiasme wisatawan ikut pelepasan tukik ini. Kita bisa baca di dalam hati mereka benar-benar mencintai alam, kembali ke alam itu bukti nyata. Begitu kita sampaikan akan ada pelepasan tukit mereka (wisatawan) berbondong-bondong datang pagi-pagi ke lokasi pelepasan tukik.
Seperti diketahui, pelepasan tukik atau bayi penyu ke asalnya secara rutin setiap tahun dilakukan pengelola Puri Santrian. "Dari pelepasan tukik diharapkan biota-biota laut ini bisa kembali lestari seperti dulu lagi. Kami berharap tetap eksis mempertahankan kebersihan," katanya.