Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemasok Narkoba dari Jakarta Lolos dari Bandara

narkoba
NARKOBA - Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Franky Harianto Parapat menunjukkan barang bukti narkoba berupa sabu-sabu dan pil ekstasi, dalam siaran pers di Mapolda Bali, Senin (30/5).

Denpasar, Bali Tribune

Ketatnya pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai, ternyata masih ada celah bagi penyelundup narkoba. Buktinya, seorang pemasok narkoba dari Jakarta, dua kali lolos dari Bandara Ngurah Rai dengan membawa sabu-sabu dan ekstasi tak terdeteksi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Franky Harianto Parapat kepada wartawan di Mapolda Bali, Senin (30/5) mengatakan, sabu-sabu seberat 80 gram dan 237 butir pil ekstasi itu melibatkan dua orang tersangka masing-masing berinisial KS (45) dan RYA (27). “Transaksinya face to face. Pemasok dari Jakarta datang ke Bali membawa narkoba melalui Bandara dan bertemu kedua tersangka. Sedangkan sistem pembayarannya lewat transfer,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemasok asal Jakarta itu sudah dua kali datang ke Bali membawa narkoba dan tak terdeteksi oleh pihak keamanan Bandara. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melacak pemasok narkoba kepada kedua tersangka.

“Kalau soal itu (lolos di bandara) tanya ke pihak Bandara. Tapi saya prediksi barangnya ditempel di badan. Saya usulkan ke pihak bandara supaya pemeriksaan badan lebih ditingkatkan termasuk alat pendeteksi,” imbuhnya.

Terungkapnya sabu-sabu dan ekstasi ini berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut akan ada transaksi di seputaran Jalan Kartika Plaza, Kuta, Minggu (29/5) dinihari. Petugas langsung melakukan pengawasan dan pukul 01.00 dinihari datang tersangka RYA. “Karena gerak-geriknya mencurigakan akhirnya RYA diamankan dan ditemukan barang bukti,” terang perwira dengan pangkat satu melati di pundaknya ini.

RYA yang bertugas sebagai kurir menyebut keterlibatan KS yang diringkus di sebuah gudang di Jalan Kartika Plaza, Kuta. Di TKP polisi menemukan brankas didalamnya terdapat ekstasi dan sabu-sabu, dua linting ganja, dua timbangan digital serta uang penjualan narkoba Rp5 juta.

Pada kesempatan tersebut, polisi juga merilis penyitaan 3 kilogram narkoba jenis baru menyerupai ganja. Hanya saja, pemilik barang berinisial HK yang diamankan dikosnya Jalan Taman Pancing Denpasar, Jumat (20/5) itu tidak diproses hukum alias dilepas karena barang yang diamankan belum masuk lampiran undang-undang kesehatan maupun narkotika.

”Barang ini masih dalam tahap diusulkan masuk dalam undang-undang narkotika. Dari pemeriksaan labfor terdapat kandungan AB-FUBINACA yang efeknya bisa membuat seseorang lebih fokus dan tenang,” tutur mantan Dir Narkoba Polda Papua ini.

Barang yang bentuknya seperti daun kecil ini dipasok dari Jakarta dan sedang trend di Brazil. Biasanya daun ini dilinting untuk rokok dan sudah tiga bulan beredar di kawasan Seminyak dan Kuta. “Jadi, dijualnya dalam bentuk sachet. Di Seminyak dijual Rp300 ribu satu sachet. Sedangkan di Kuta Rp800 ribu," tukasnya.

wartawan
ray
Category

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kompak, Pasutri Asal Bali Melaju ke Nasional Safety Riding 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri (pasutri) asal Bali, Robin dan Azizah, yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang keselamatan berkendara. Pasangan yang menikah sejak 2023 ini terpilih menjadi wakil Astra Motor Bali untuk berlaga di Kompetisi Nasional Safety Riding 2026 yang akan digelar di Yogyakarta pada Agustus mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Financial Resilience Index 2026: Biaya Hidup Tinggi Jadi Tantangan Utama Ketahanan Finansial Rumah Tangga Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Financial Resilience Index 2026, sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor utama yang mempengaruhi ketahanan rumahtangga. Survei yang dilakukan pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia menemukan bahwa 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.