balitribune.co.id | Tabanan - Meskipun Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam jumpa pers-nya beberapa waktu lalu menyatakan jika pengerjaan patung Wisnumurti yang nantinya akan mengantikan Patung Bung Karno di Perempatan Kediri, Desa Banjar Anyar, Tabanan dikerjakan Seniman asal Kerambitan, I Nyoman Sudarwa, namun ketika dikonfirmasi langsung, Sudarwa belum berani memberikan tanggapannya.
"Ampura niki (maaf, red), saya belum berani berkomentar banyak mengenai detail patung Wisnumurti yang nantinya akan ditempatkan di Perempatan Kediri mengantikan Patung Bung Karno, ini karena saya belum teken kontraknya, sehingga saya belum bisa memberikan gambarannya," jelas Sudarwa ketika dikonfirmasi via telepon selularnya Minggu (4/9).
Sudarwa mengakui selama ini memang ada wacana jika pengerjaan patung Wisnumurti tersebut akan dipercayakan kepadanya. Untuk rancangannya sendiri, Sudarwa mengaku sudah mempersiapkannya. Namun belum berani untuk memberikan detail patung Wisnumurti, termasuk bagaimana proses pengerjaannya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabanan, Made Dedy Darmasaputra menyebutkan, untuk patung Wisnumurti sendiri, secara fisik akan dibuat lebih kecil jika dibandingkan dengan patung Bung Karno saat ini. "Dimensi patung Wisnumurti akan lebih kecil jika dibandingkan dengan patung Bung Karno, adapun tinggi patung 6 meter dan tatakanya 3 meter. Jadi total tinggi bangunan keseluruhan mencapai 9 meter dengan kontruksi menggunakan tulang beton baja," jelasnya.
Adanya pengurangan dimensi patung ini, diakui Dedy supaya nantinya keberadaan patung tidak menganggu jarak pandang pengguna jalan. Karena saat ini, diakui Dedy, banyak masyarakat yang mengeluhkan keberadaan patung justru menganggu fokus pandang masyarakat ketika berkendara. "Banyak masyarakat yang mengeluhkan jika keberadaan patung ini membuat masyarakat tidak bisa melihat kendaraan dari arah yang berlawanan, sehingga hal ini sangat menganggu. Karena itu nantinya dimesi patung Wisnumurti akan disesuaikan," paparnya.