Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pembangunan ABG Molor Padahal Telan Biaya Nyaris 5 M

Bali Tribune/TERMINAL LAMA - Hingga kini sejumlah pekerjaan proyek ABG di eks terminal lama Gilimanuk tampak belum kelar dikerjakan.
balitribune.co.id | Negara - Setelah kontrak kerja dengan rekanan yang menggarap proyek tersebut diputus, kini proyek pembangunan pusat kuliner di kawasan eks terminal Gilimanuk dipastikan tertunda.  Setelah adanya kendala keterlambatan penyelesaian pengerjaan proyek sentra kuliner khas Gilimanuk tersebut, pembangunanya dipastikan akan kembali dilanjutkan pada tahap kedua.
 
Keterlambatan penyelesaian proyek pusat kuliner yang diberi nama Anjungan Betutu Gilimanuk ( ABG) tersebut bahkan menjadi perhatian serius sejumlah pejabat di Bumi Makepung. Tak tanggung-tanggung, Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memboyong sejumlah pejabat ke proyek yang sempat digadang-gadang menjadi salah satu ikon pintu masuk Bali tersbeut. Berdasarkan informasi  Selasa (17/12), Wabup Kembang sidak kelokasi proyek yang digarap kontraktor rekanan pemenang tender proyek, CV Lumbung suadana terssebut.
 
Sejumlah penjabat juga ikut turun diantaranya Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin, Kadis Perhubungan, Kelautan dan Perikana, I Made Dwi Maharimbawa dan Kadis Koprindag Made Agus Adinata. Bahkan Anggota DPRD Jembrana Dewa Mertayasa ikut turun mengecek langsung pekerjaan proyek dengan anggaran Rp. 4,6 miliar yang kini pengerjaanya molor tersebut.
 
Berdasarkan keterangan pelaksana proyek, memang sejumlah pekerjaan kini belum selesai digarap rekanan hingga berakhirnya masa kontrak pengerjaan proyek. Pekerjaan yang belum kerlar itu yakni taman, pemasangan pagar BRC, pengaspalan landasan parker, rumah payung dan tangga dari parkir menuju tempat kuliner. Untuk pengaspalan sesuai kebijakan yang diberikan pihak rekanan siap untuk melaksanakanya secepatnya.
 
Pihak pemborong mengaku aspal sudah dipesan termasuk alat-alat pengasapalan dan direncanakan sebelum 27 Desember sudah selesai. “Untuk pengerjaan yang dilakukan sampai 27 Desember harus benar-benar dilaksanakan, kita minta komitmen dan kepastianya,” ujar Kembang. Akibat sejumlah pekerjaan belum rampung, Pemkab Jembrana memastikan pengerjaan proyek ABG tersebut tidak akan sampai didiamkan dalam waktu lama.
 
Pemkab akan melanjutkan pembangunan tahap kedua tahun 2020, sehingga pedagang bisa berjualan kembali dan ABG itu bisa berjalan. “Kita akan pasang spanduk kalau proyek ini akan dilanjutkan pada tahap kedua nanti sehingga masyarakat tahu dan proyek ini tidak terkesan mangkrak,” ujar Wabup Kembang. Apabila sudah selesai dan berfungsi, menurutnya akan ditempati pedagang lama yang sudah punya nama seperti Men Tempeh, Bu Lina dan Bu Ferry.
 
Pedagang lainya termasuk pedagang buah yang sebelumnya digusur juga dipastikannya akan ditampung dilokasi tersebut. “mereka kita akan jadikan satu di ABG ini dan tidak boleh lagi jualan di pinggir jalan,” ujarnya. ABG juga akan dikelola oleh tenaga yang berkompeten agar berjalan maksimal meningkatkan perekonomian sekaligus pemasukan bagi daerah. “Untuk pengelolanya kita akan rekrut yang punya pengalaman dan professional,” tandasnya. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.