balitribune.co.id | Gianyar – Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja, dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus pada kader remaja di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Acara ini dihadiri oleh 10 kader remaja dan dibuka secara resmi oleh Kelian Desa, I Nyoman Rupadana.
Kegiatan ini dirancang untuk mendidik kader remaja tentang kanker payudara, yang merupakan salah satu isu kesehatan yang semakin mendesak. Dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan ini, antara lain dr. Ni Putu Diah Witari, M.Sc., dr. Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini, M.Si., dan Ir. I Wayan Sudiarta, MP., memberikan materi yang mencakup penyebab, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
Dengan memberikan wawasan ini, kader remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di komunitas mereka.
Sesi pelatihan tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung. Para peserta dilatih untuk melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan ini di rumah dan mengedukasi anggota keluarga lainnya. Metode SADARI sangat penting, karena deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Selain fokus pada kesehatan, kegiatan ini juga mencakup workshop mengenai pengolahan pangan sehat. Kader remaja belajar cara membuat loloh dari daun kayu manis dan yogurt, yang keduanya kaya akan nilai gizi. Dengan memberikan pelatihan ini, para peserta tidak hanya diberdayakan untuk menjaga kesehatan mereka sendiri tetapi juga dapat meningkatkan gizi keluarganya. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari peserta, yang menunjukkan antusiasme dan keinginan untuk menerapkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing.
Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Hasil pretest menunjukkan bahwa pengetahuan awal tentang kesehatan dan gizi di kalangan kader remaja masih terbatas. Namun, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, postest menunjukkan peningkatan nilai yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa para kader remaja benar-benar mendapatkan manfaat dari pelatihan dan workshop yang dilaksanakan.
Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kesehatan masyarakat, para peserta juga menerima bantuan alat kesehatan, seperti tensi meter dan alat pengukur tinggi badan. Bantuan ini diharapkan dapat memfasilitasi kader remaja dalam melakukan pemantauan kesehatan di lingkungan mereka.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker payudara, tetapi juga untuk mendorong pola hidup sehat di kalangan remaja. Pendidikan tentang gizi dan kesehatan sangat penting dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan mampu mengedukasi masyarakat luas.
Universitas Warmadewa berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif ini demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa keterlibatan akademis dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi komunitas, serta memberdayakan kader remaja untuk menjadi pilar dalam kesehatan masyarakat di masa depan. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan remaja tidak hanya berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat untuk seluruh komunitas.