Pemeriksaan dan Syarat Ketat, Penduduk Masuk Bali Tetap Padat | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 10 June 2020 22:44
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ KETAT - Pemeriksaan rapid test di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk tetap tinggi kendati telah diberlakukan syarat dan pemeriksaan ketat di Ketapang.
Balitribune.co.id | Negara - Kendati diberlakukan pengetatan persyaratan dalam pembatasan pelaku perjalanan masuk Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, namun jumlah penduduk masuk Bali justru tetap tinggi. Bahkan pemeriksaan rapid test pada Selasa (10/6/2020) malam terbanyak pasca Lebaran.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, I Gusti Agung Putu Arisantha, Rabu (10/6/2020) mengakui kembali  terjadi lonjakan arus penumpang masuk Bali. Bahkan dari  pengamatan langsung saat sidak yang dilalukan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana, pada Selasa malam merupakan rekor tertinggi selama pemeriksaaan rapid test terhadap sopir dan kernet angkutan logistik.
 
Bahkan rapid test yang dilaksanakan di Gilimanuk Selasa malam tersebut jumlahnya jauh melebihi rapid test saat arus balik Lebaran lalu. 
 
“Selasa malam kenaikan tertinggi, sebanyak 1.947 rapid test kita lakukan kepada pembawa logistik. Padahal hari sebelumnya  pada masa arus balik pasca Idul Fitri, hanya mencapai 1.000-1.200 rapid test,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana ini.
 
Bahkan rapid test Selasa malam kembali berhasil menjaring seorang pelaku perjalanan yang hasil rapis testnya reaktif.  Ia juga mengakui lonjakan penumpang logistik yang harus dirapid test pada Selasa malam juga sempat membuat kewalahan petugas medis yang bertugas di Pos Pemeriksaan Terpadu Gilimanuk. Padahal dengan dua pos pemeriksaan yang semuanya dipusatkan di areal TIC Patung Siwa Gilimanuk, petugas medis dibagi menjadi 3 shift. 
 
Masing-masing shift sudah diisi sepuluh petugas medis yang merupakan perawat dan analis dari beberapa puskesmas dan perbatuan rumah sakit swasta di Jembrana. Ia menyebut secara kumulatif, rapid test yang sudah dilakukan di Pos Pemeriksaan Gilimanuk selama satu bulan lebih yakni sejak 5 April lalu kini sudah mencapai 27.666. Bahkan rapid test di Gilimanuk sudah berhasil menjaring 65 pelaku perjalanan antar pulau yang hasilnya menyatakan reaktif.
 
Selain rapid test terhadap pelaku perjalanan antar pulau yang melalui Gilimanuk, deteksi Covid-19 juga terus dilakukan terhadap PMI yang baru tiba di Jembrana. Teranyar pada Selasa kemarin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana kembali melakukan pengambilan sampel swab tes terhadap PMI yang tengah menjalani karantina di hotel. Pengambilan sampel swab dilakukan terhadap 17 PMI di Hotel Jimbarwana Negara.
 
Seluruh PMI yang menjalani karantina terpusat juga dicek kondisi kesehatannya. Secara rutin diterjunkan tim medis ke hotel lokasi karantina untuk mengetahui kondisi masing-masing PMI.
“Kita tunggu hasil swab test ini untuk penanganan lanjutan. Rata-rata hasilnya dua sampai tiga hari akan keluar. Hasil test swab nanti  memberikan informasi akurat kondisi kesehatan masing-masing PMI. Apakah sehat atau terkonfirmasi positif Covid-19,”  tandasnya.