Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemkab Ancam Akan Ambil Alih Pengelolaan Ceking Teras

Bali Tribune/ MEMRAWUT – Kondisi semrawut,objek wisata Cekingan, Tegalalang.
balitribune.co.id | Gianyar - Objek Wisata Ceking, Tegallalang, yang menawarkan pemandangan  sawah berundak, kini kondisinya semakin memprihatikan. Selain kemecetan lalulintas, kesemrawutan pembangunan hingga sampah menuai sorotan Pemkab Ginayar. Jika kondisi ini terus membutuk tanpa adanya inisiatif pembenahan serta  penataan ulang, tidak menutup kemungkinan pengelolaan Objek Wisata ini bakal diambilalih Pemkab Gianyar.
 
Bupati Gianyar Made Mahayastra, Minggu (22/12), mengatakan, Objek Wisata Ceking, memang sangat memprihatinkan. Karena itupula, pihak berharap keseriusan pihak pengelola, yakni  Desa Adat Tegallalang. Atas kondisi ini, Pemkab bahkan  sudah menawarkan opsi untuk menyelamatkan objek wisata yang menjadi ikon wisata Bali ini. “Jika pihak pengelola tidak berinisiatif membenahi kondisi tersebut, Pemkab Gianyar akan mengelola secara penuh,” tegasnya.
 
Namun, jika desa adat serius ingin melakukan apembenahan, Pemkab Gianyar dipastikan akan membantu menata, dan hasilnya objek ini akan diserahkan sepenuhnya pada desa adat. Dalam hal ini, pemerintah hanya memungut retribusi pajak saja. “Namun jika Pemkab yang mengambil alih, maka pendapatkan dari objek wisata tersebut, akan dibagi ke kas daerah, di luar retribusi pajak,” terangnya.
 
Disebutkan, sejak dulu pihaknya sudah memberikan saran, kepada pengelola ceking,  karena jika kondisi dibiarkan seperi ini, makan akan ditinggalkan pengunjung. Yang rugi tidak hanya Desa adat saja, tetapi juga  pemerintah. Karena itu, Pemkab siap membantu  pengelola untuk melakukan penataan. “Pemerintah siap membantu membangun kemudian  diserahkan kepada pengelola.  Pemerintah hanya ambil retribusi pajaknya. Kalau (pengelolaan) diserahkan semuanya ke pemerintah, Pemerintah mlh lebih siap,” ujar Mahayastra.
 
Terkait bagaimana bentuk pengelolaannya, Mahayastra mengatakan, bangunan-bangunan yang berada di bagian timur jalan harus dibawah trotoar, sehingga tidak merusak pemandangan. Intinya, kata dia, saat seseorang melintas di jalan raya, yang terlihat hanya objek persawahan.  Bangunan-bangunan harus sejajar dengan tanah, tidak boleh mengalangi pemandangan. “Pihak desa adat sudat kita undang untuk diskusikan ini. Kalau mereka sadar dna ingin berbenah, semestinya mereka harus gerak cepat,” pungkasnya.
 
Bendesa Tegalalang I Made Jaya Kesuma membenarkan pihaknya telah bertemu Bupati Gianyar, membahas masa depan Objek Wisata Cekingan. Pihaknya sangat mengarapkan Pemkab Gianyar ikut membantu pihaknya menata Cekingan. Selama ini, pihaknya  kewalahan mengatur pembangunan, khususnya di sisi timur jalan atau di atas objek wisata.  “Kami sangat berharap pemerintah membantu kami, tentunya kami inginkan yang terbaik untuk masyarakat. Kalau tetap dibiarkan seperti ini,  kami juga tidak ingin ditinggalkan wisatawan,” terangnya.
wartawan
Redaksi
Category

Sapa Konsumen di Berbagai Kota, Hyundai Perkenalkan New CRETA Alpha dengan Desain Lebih Berani

balitribune.co.id | Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah resmi meluncurkan New CRETA Alpha edisi terbaru dalam jajaran Hyundai CRETA yang membawa ekspresi lebih tegas, eksklusif, dan premium ke segmen SUV kompak. Dikembangkan dan diproduksi di Indonesia, New CRETA Alpha memperkuat kehadiran Hyundai di segmen SUV-B dengan kombinasi seimbang antara desain berani, teknologi canggih, dan kenyamanan sehari-hari.

Baca Selengkapnya icon click

Pukul Warga Inggris di Restoran Bandara Ngurah Rai, WNA Australia Ditahan Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus tindak pidana penganiayaan terjadi di sebuah restoran di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (18/1/2026) pukul 23.30 Wita. Akibat kejadian itu, seorang Warga Negara Asing (WNA) ditahan di sel tahanan Mapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh 78%, Kecepatan Melonjak 5 Kali Lipat

balitribune.co.id | Mangupura - Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukan hasil yang signifikan, berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut, waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit, sedangkan setelah rekayasa lalu

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.