Pemkab Gandeng Petani Tanam Bawang dan Cabai, Panen Perdana Berhasil Stabilkan Harga | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 14 Juli 2020
Diposting : 23 November 2018 10:55
I Made Darna - Bali Tribune
Panen bawang para petani di kabupaten Badung
BALI TRIBUNE - Pemkab Badung terus menggenjot pertanian cabai dan bawang. Pasalnya, dua komoditi tersebut selama ini paling sering mengalami gonjang-ganjing harga.
 
Untuk menstabilkan harga bawang dan capai ini, Pemkab Badung telah membangun Cold Atmosphere Storage (CAS) sebagai tempat penyimpanan dua komoditi tersebut.
 
Sejumlah petani digandeng berikut lahannya untuk ditanami cabai dan bawang. Kerjasama tersebut terdiri dari 50 hektare cabai rawit dan 10 hektare cabai besar. Adapun sasarannya, yakni 17 Calon Petani, Calon Lokasi (CP/CL). Mereka tersebar di Kecamatan Mengwi, 11 CP/CL di Kecamatan Abiansemal, dan 9 CP/CL di Kecamatan Petang. Selanjutnya bawang lima hektare, dengan lima CP/CL di Kecamatan Mengwi dan dua CP/CL di Kecamatan Abiansemal. Sedangkan nanas madu dua hektare, dengan tiga CP/CL di Kecamatan Petang.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian dan Pangan Badung Putu Oka Swadiana, Kamis (22/11), menyebut kerjasama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dengan para petani cabai dan bawang tersebut telah membuahkan hasil. Dua komoditi yang dikerjasamakan itu bahkan telah panen.
 
Hasil panen cabai dan bawang beberapa waktu lalu langsung masuk ke pasaran demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
“Untuk komoditi cabai dan bawang yang dikerjasamakan sudah pernah panen,” ujar Oka Swadiana.
 
Dikatakan sejak awal tujuan pemerintah menggandeng petani untuk menanam cabai dan bawang untuk menstabilkan harga jual. “Cabai dan bawang sangat mempengaruhi inflasi. Jadi prioritas dua komoditi ini dulu,” terangnya.
 
Oka Swadiana juga menyatakan bahwa kerjasama ini tidak untuk mengisi CAS saja. Jadi saat panen langsung didisitrubusikan ke pasar.
 
Saat ini pihaknya sudah panen 5 hektar, per hektar menghasilkan kurang lebih 10-13 ton bawang. Sedangkan untuk cabai baru panen sebagian.
 
 “Berkat panen dari petani kita terbantu kebutuhan pasar, sehingga tidak ada kelangkaan. Karena itu harganya pun stabil,” kata Oka Swadiana.
 
Kapan dua komoditu tersebut mulai disimpan di CAS yang dibangun di Pasar Petang? Ditanya begitu, Oka Swadiana yang juga Kadis Perikanan Badung ini menyebut CAS baru akan rampung Desember mendatang. Nah, untuk mengisi CAS pihaknya telah mempersiapkan untuk kembali menanam dua komoditi tersebut. “Iya, kami sudah merancang untuk menanam kembali. Malah, khusus untuk bawang merah kami sudah siasati sebagian disisihkan untuk bibit, jadi tinggal menanam saja. Selebihnya nanti bibit bawang dan cabai akan kami anggarkan lagi tahun 2019,” tegasnya.
 
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana, membenarkan panen cabai dan bawang dari petani di Badung mampu menstabilkan harga kedua komoditi tersebut. “Saat ini harga bawang dan cabai relatif stabil, berkat pasokan  hasil panen petani di Badung,” timpal Karpiana.