balitrbune.co.id I Denpasar - Pemkot Denpasar mulai menata Pantai Sidakarya di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, sebagai destinasi wisata baru. Kawasan yang mulanya merupakan tempat sandar perahu nelayan ini kini menawarkan daya tarik hamparan hutan mangrove dan ketenangan air bagi penikmat wisata air serta para pemancing.
Berbeda dengan kawasan Sanur, Pantai Sidakarya masih tergolong asri dan minim pedagang, sehingga banyak pengunjung yang membawa perbekalan mandiri. Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyatakan bahwa pengenalan destinasi ini dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui kegiatan peringatan Hari Buruh beberapa waktu lalu.
"Kami perkenalkan kepada masyarakat terkait keberadaan Pantai Sidakarya sebagai destinasi baru yang baru selesai ditata," ujar Arya Wibawa.
Selain penataan kawasan, fokus utama pemerintah adalah menjaga kebersihan dan menangani abrasi yang cukup parah. Pemkot akan melibatkan desa adat dan banjar setempat untuk melakukan pembersihan rutin di sepanjang alur sungai akses masuk pantai.
Terkait mitigasi abrasi, pihak desa adat telah memasang karung pasir sebagai penanganan darurat. Pemkot Denpasar juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk penataan permanen.
"Penataan sudah disetujui Bapak Gubernur menggunakan anggaran provinsi untuk pemasangan krib penahan abrasi," ungkapnya.
Upaya ini diperkuat dengan keluarnya persetujuan Dirjen KSDAE Kementerian LHK terkait normalisasi Sungai Ngenjung yang bermuara di pantai tersebut. Selain itu, Perjanjian Kerjasama (PKS) antara DLHK Provinsi Bali, Tahura Ngurah Rai, dan Desa Adat Sidakarya juga telah dijalin untuk fungsi mitigasi banjir serta pelestarian religi-budaya.
Kawasan ini memiliki nilai sakral karena keberadaan Pura Segara Giri Wisesa yang digunakan warga untuk upacara Melasti, Melukat, dan Nganyut. Penataan tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga Desember 2025, dengan target rampung secara keseluruhan pada tahun 2027.