Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pendidikan Multikultural bagi Pelajar Pancasilais

Bali Tribune / I Komang Warsa - Guru SMA Negeri 1 Rendang dan Pengurus Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Kab. Karangasem

balitribune.co.id | Republik merah putih yang dilabeli nama Indonesia berdiri atas dasar keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa dalam bingkai kesamaan nasib. Berbagai unsur suku bangsa dan agama pasti terlibat dalam berdirinya Indonesia. Indonesia berdiri bukan keinginan satu suku bukan keinginan satu agama melainkan keinginan semua masyarakat Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara multikultural terbesar di dunia. Kemajemukan dalam banyak hal tersebut bisa dilihat  secara horisontal maupun vertikal. Sebagai sebuah Negara kepulauan yang besar terdiri atas 17.000 pulau besar kecil dengan luas wilayah 1.905 juta km2 terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ini sebuah anugrah luar biasa yang diberikan untuk Indonesia. Sebuah tantangan bagi pemimpin negeri ini untuk menjaga keberlangsungan NKRI. Dan bukan hal mudah memelihara dan menjaga keberagaman sebuah Negara semajemuk Indonesia. Tantangan dan rongrongan pasti ada tetapi  jika persatuan, nasionalisme dan rasa senasib masih kuat yakin Indonesia masih tegak berdiri.  Indonesia tidak menginginkan menjadi seperti Yugoslavia, tidak ingin menjadi seperti Uni Soviet yang pecah pada tahun 1991, juga beberapa Negara di Afrika dan Timur Tengah. Indonesia tidak ingin pecah perang saudara hanya karena perbedaan agama, suku, bahasa dan budaya. Baju apapun yang melekat dalam tubuh masing-masing, budaya apapun yang menghias daerah masing-masing tetap menjadi Indonesia yang terbentang megah di bawah panji merah putih dalam kepak sayap burung garuda. Kemajemukan Indonesia jadikan kekuatan untuk membentengi dan membangun Indonesia raya. Kemajemukan tradisi adat budaya menjadi khasanah budaya nusantara.  

Menyadari semua itu, berbagai tantangan disintegrasi bangsa seakan di ujung hidung jika  selalu mengedepankan ego ras, ego sektoral dan tidak merasa saling memiliki serta saling melengkapi.  Sejarah sudah merajut dalam sebuah tinta emas bagaimana RMS ingin mendirikan Negara sendiri bagaimana Papua dengan GAM dan atau GPM ingin membentuk Negara sendiri sebagai bnetuk pengingkaran sebagai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Semua  itu adalah contoh-contoh kecil yang merongrong kedaulatan negeri ini. Satu bukti nyata Timor-Timur sudah lepas dari genggaman NKRI  dan memilih menjadi Negara sendiri. Hal ini jangan sampai  terulang lagi kasus-kasus seperti itu. Kasus Timor Timur cukup memberi banyak pelajaran kita, cukup sekali melanda republik ini. Indonesia bagian dari bhuana agung dan tubuh manusia bagian dari bhuana alit. Artinya sedikitpun organ tubuh ini tergores seluruh tubuh pasti merasakan rasa sakitnya, begitu juga bhuana agung yang disebut Indonesia satu pulau tersakiti berarti menyakiti Indonesia. Indonesia merupakan satu kesatuan ibarat sang tubuh yang dihidupi oleh sang jiwa sehingga salah satu organ tubuh disakiti akan merasakan semua. Indonesia bukan menjadi Indonesia Bali, Indonesia Aceh, atau Indonesia-Indonesia yang lain. Indonesia ya tetap satu Indonesia satu napas Pancasila.

Tantangan yang menyulut api disintegrasi bangsa ini masih membara dan selalu muncul dan api ini harus segera dipadamkan agar tidak semakin membara. Jangan sampai Indonesia bubar seperti ramalan beberapa tokoh di negeri ini. Pendidikan multikultural harus diberikan ruang dan waktu pada generasi muda agar menyadari berada pada lintas budaya, suku dan agama. Pendidikan multikultural harus diberikan pada lintas materi pada setiap mata pelajaran di sekolah. Hal ini penting dilakukan karena pendidikan ini penting bagian dari mengisi ulang literasi keghinekaan Indonesia dan mengisi ulang rasa nasionalisme anak bangsa yang sudah mulai berkurang. Garuda simbol kebebasan, simbol kemerdekaan dan bebas, merdeka dalam koridor konstitusi. Pelajar pancasilais mengedepankan lima pilar yang membentuk insan pelajar dalam bingkai multikultural. Pelajar harus memiliki pilar ketuhanan sebagai benteng keyakinan tanpa memandang  perbedaaan keyakinan. Pelajar juga harus memiliki pilar kemanusiaan dalam peradaban kehidupan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tertuang dalam sila kedua. Pelajar memiliki rasa senasib sepenaggungan sebagai pilar persatuan Indonesia yang tertuang pada sila ketiga. Pelajar harus memiliki pilar kebijaksanaan dalam mengambil segala langkah dengan mengedepankan paras paros setiap mengambil keputusan terbaik yang dimuarakan pada sila keempat. Dan terakhir pelajar harus memiliki pilar keadilan dalam berkehidupan sebagai sila kelima. Adil dalam memberikan perlindungan segenap tumpah darah Indonesia, adil dalam memberi kemerdekaan berkeyakinan. Kelima pilar tersebut menjadi napas Indonesia sebagai wujud dari kita Pancasila dan kita Indonesia. Pilar pancasila di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural dan berbhineka. Kelindan pilar Pancasila dalam konteks kehidupan akan melahirkan kedamaian (shanti), kejujuran (satya), kebenaran (dharma), tidak menyakiti (ahimsa), kebaikan (siwam) sebagai pilar kehidupan.

Melahirkan pelajar pancasilais harus berkesadaran tentang pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural bagian dari pendidikan untuk membangun kesadaran dari sudut budaya. Budaya bagian dari peradaban bangsa yang menjungjung tingi nilai-nilai kemanuasiaan seperti etika, norma dan kesantunan. Peradaban budaya sangat berpengaruh dengan pendidikan secara holistik untuk itu harus diberikan secara massif kepada generasi bangsa. Pendidikan multikultural sangat penting diterapkan guna meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Melalui pendidikan berbasis multikultural, sikap, dan pemikiran siswa akan lebih terbuka untuk memahami keberagaman. Ajaran Tat Twam Asi salah satu ajaran yang selalu mengedepankan tepo seliro.

wartawan
I Komang Warsa
Category

Dinas Kesehatan Karangasem Temukan 4.724 Orang Suspect TBC Sepanjang Tahun 2024-2026

balitribune.co.id I Amlapura - Penyebaran kasus Tuberkolosis atau TBC di Kabupaten Karangasem menjadi perhatian serius sejumlah kalangan, termasuk pemerintah daerah dan pusat. pasalnya banyak kasus tubekolosis yang yang tidak terdeteksi sehingga terlanjur menular ke orang sekitar yang terjangkit tuberkolosis itu sendiri.

Baca Selengkapnya icon click

Agen BRILink di Klungkung Akui Penjualan di Warungnya Ikut Terdongkrak

balitribune.co.id | Semarapura - Desi Hidayanti Damuri merupakan pemilik warung kecil di kawasan padat pekerja rantauan di Klungkung. Saat ini ia berusia 28 tahun dan telah menjadi Agen BRILink yang melayani traksaksi keuangan di sekitar tempat usahanya. Ia menuturkan, berawal dari transaksi harian yang hanya tiga sampai empat orang, kini layanan transfer dan tarik tunai di tempatnya bisa mencapai lebih dari 100 transaksi per hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Zurich Entrepreneurship Program Menjangkau 10.000 Siswa SMA dan SMK di Tujuh Kota

balitribune.co.id | Jakarta - Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia mencatat capaian positif pada tahun pertama fase kedua Zurich Entrepreneurship Program (ZEP), dengan menjangkau lebih dari 10.000 siswa SMA dan SMK di tujuh kota, melampaui target sebesar 164%. Program ini juga mendorong lahirnya 35 bisnis pelajar dengan omzet kolektif mencapai Rp339 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026, Dorong Pelestarian Seni Budaya dan Penguatan Potensi Lokal

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., secara resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Marga, Tabanan, Selasa, (2/6/2026) malam. Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan festival yang akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 2 hingga 6 Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Apresiasi Generasi Muda, Ketua TP PKK Badung Hadiri Malam Purna Paskibraka 2025

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri puncak Malam Purna Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2025. Acara penuh kebanggaan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), di Hotel Made Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.