Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali di Kawasan Pura Dalem Penunggekan Bangli

Bali Tribune / PKM - Dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali saat melakukan kegiatan PKM di Banjar Blungbang, Desa Adat Kawan, Bangli
balitribune.co.id | BangliDosen, PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Banjar Blungbang, Desa Adat Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli pada 12 Juni 2021 lalu. 
 
Ketua Panitia Pelaksana PKM, I Putu Dana Pariawan Salain, mengatakan program PKM Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali tahun 2021 di Pura Dalem Penunggekan Banjar Blungbang, Desa Adat Kawan, Bangli ini salah satu kegiatan yang termasuk dalam Tri Darma Perguruan Tinggi. 
 
Kata dia, PKM di Pura Dalem Penunggekan berupa kegiatan pengukuran/pemetaan topografi kawasan Pura setempat. Seperti diketahui, Pura menurut pandangan masyarakat Hindu tidak hanya memiliki dimensi religius, tetapi juga merupakan sarana untuk mempersatukan dan mempererat kerukunan umat beragama khususnya antar umat Hindu. Selanjutnya, pada tanggal 20 Juli 2021 pengambilan data perencanaan juga dilengkapi dengan foto udara via Drone berkoordinasi dengan Dinas PUPRKim Provinsi Bali.
 
"Pura Dalem merupakan tempat memuja dan memuliakan Dewa Siwa, sehingga Pura Dalem Penunggekan di Banjar Adat Blungbang, Desa Adat Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli dimaksudkan untuk memuja dan memuliakan Sang Hyang Widhi Waça dalam manifestasinya sebagai Dewa Siwa. Keberadaannya yang kompleks dan unik sebagai Pura Dalem di wilayah Desa Adat Kawan telah menempatkan Pura Dalem Penunggekan menjadi media kerukunan antar Krama atau warga dan bahkan antar umat yang berbeda agama," jelasnya di Denpasar, Jumat (23/7).
 
Ia menuturkan, di wilayah tanah milik Pura Dalem Penunggekan terdapat Setra (kuburan) yang difungsikan untuk umat Muslim, Hindu, dan Cina secara berdampingan. Keberadaan Setra-setra tersebut berada di sebelah selatan dari Pura Dalem Penunggekan, yang mencerminkan kerukunan kehidupan beragama telah ada dan berlangsung sejak dahulu kala, khususnya di Banjar Adat Blungbang.
 
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa keberadaan antara Jeroan, Jaba Tengah dengan Jaba Sisi yang terdapat di Wewidangan Pura Dalem Penunggekan masih dipisahkan oleh jalan Provinsi Bali  (Jalan Merdeka). Hal ini menimbulkan kesulitan bagi warga/Krama untuk menjaga kesucian Pura, bagian fisik bangunan Pura seperti tembok Penyengker dan Kori Agung secara terus menerus menerima getaran kendaraan yang lalu lalang. Selain juga aspek keselamatan warga/Krama yang terancam karena arus lalu lintas kendaraan bermotor.
 
Anggota PKM, Ida Bagus Bintana mengungkapkan, jalan di depan Pura juga digunakan oleh umat Hindu untuk melaksanakan prosesi ritual/ persembahyangan terutama pada saat dilakukan Penyineban dalam bentuk upacara Meprani yang diikuti oleh segenap warga Banjar Adat Blungbang dan sekitarnya. Dalam proses perencanaan penataan kawasan Pura secara keseluruhan, selain merencanakan pengalihan ruas jalan provinsi juga dilakukan penataan areal kuburan. "Proses perencanaan ini diharapkan akan dibantu oleh Jurusan Teknik Sipil-Politeknik Negeri Bali mulai dari tahap pengukuran/pemetaan topografi sampai terwujudnya rencana penataan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat," jelasnya. 
 
Menurut Ida Bagus Bintana, menjadi pemikiran bersama untuk melakukan penataan kawasan di Pura Dalem Penunggekan Bangli guna meningkatkan kesadaran masyarakat desa atas makna kesucian dalam suatu proses ritual persembahyangan di Pura. Dalam hal ini langkah strategis yang sudah diambil oleh masyarakat adalah berupa pembentukan panitia pembangunan yang mempersiapkan dan menggerakkan penataan di kawasan Pura tersebut.
 
Namun, panitia pembangunan beserta masyarakat desa mengalami kesulitan terhadap penyediaan data hasil pengukuran sebagai persiapan melakukan  perencanaan penataan kawasan di Kawasan Pura Dalem Penunggekan. Selain itu, untuk mengajukan permohonan pengalihan ruas jalan provinsi kepada Pemerintah Provinsi Bali, juga memerlukan usulan dan perencanaan yang terukur. Sehingga kegiatan PKM ini diharapkan mampu memberikan solusi terkait penataan kawasan Pura secara keseluruhan untuk mengembalikan kesucian, keamanan bangunan, keselamatan maupun kekhidmatan umat dalam melaksanakan kegiatan persembahyangan maupun ritual pemakaman melalui pengalihan akses jalan provinsi, dan membangun pagar pembatas (tembok penyengker) serta gapura sebagai pemisah dengan kegiatan umum di luar area kesucian Pura.
wartawan
YUE
Category

Insiden Manta Point, Turis Korea Selatan Ditemukan Tak Bernyawa Saat Snorkeling

balitribune.co.id | Nusa Penida - Niat menikmati keindahan bawah laut Nusa Penida berakhir tragis. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan bernama Seungmin Ryu (40) dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Manta Point, Kabupaten Klungkung, pada Selasa (2/2/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tabrakan Maut di Bypass Ir Soekarno, Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang pemotor tewas setelah menghantam truk tronton yang parkir di pinggir jalan Bypass Ir Soekarno, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Rabu (4/2). Korban bernama I Wayan Sumerta (54) meninggal dunia di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong kendaraan besar tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menu Sate MBG Basi, Siswa di Dua SDN Karangasem Ogah Makan

balitribune.co.id | Amlapura - Nasi belum tanak serta lauk berupa sate basi membuat para siswa di dua Sekolah Dasar (SD) penerima manfaat MBG di Karangasem ogah memakannya pada Rabu (4/2) pagi. Dua SD yang menerima makanan basi tersebut masing-masing SD Negeri 5 Karangasem dan SD Negeri 1 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click

PT Sarana Buana Handara Tegaskan Taat Hukum dan Siap Lengkapi Dokumen yang Diminta DPRD Bali

balitribune.co.id | Denpasar - PT Sarana Buana Handara menegaskan komitmennya untuk taat hukum dan terbuka terhadap proses klarifikasi yang dilakukan Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Sarana Buana Handara, Aliza Salviandra, usai rapat dengar pendapat bersama Pansus TRAP DPRD Bali, Rabu (4/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.