Pengamanan Perbatasan, Ratusan Pasukan Raider 900 Pamtas ke Papua | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 21 September 2020
Diposting : 27 May 2020 15:53
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune / Beragam ekspresi sesaat sebelum prajurit Yonif Raider 900 diberangkatkan ke Papua.
balitribune.co.id | Singaraja - Ratusan pasukan TNI yang tergabung Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 900/SBW, Rabu (27/5) diberangkatkan ke Papua. Selain misi pengamanan, pasukan 
Yonif Raider 900/SBW juga membawa sejumlah alat tulis untuk kepentingan pendidikan warga setempat.
Sebelum bertolak menuju Papua, sebanyak 450 prajurit terlatih itu telah dilakukan cek kesehatan untuk memastikan mereka bebas Covid-19.
 
Komandan Yonif Raider 900/SBW, Letkol Inf Martky Parangin Angin mengatakan, sebelum pasukan Yonif Raider 900/SBW diberangkatkan ke Papua, sejumlah prosedur kesehatan telah dilakukan. Terutama cek kesehatan bebas Covid-19.
 
"Itu (bebas Covid-19) persyaratan wajib. Dan untuk tes bebas Covid-19 telah dua kali dilakukan sehingga pasukan yang berangkat ke Papua dipastikan sudah clear dari Covid," ucap Letkol Inf Martky Parangin Angin.
 
Sedang keberangkatan paaukan menuju Papua, menurut Letkol Martky, merupakan amanah dalam rangka pengamanan perbatasan di wilayah Papua.
"Keberangkatan ke Papua ini merupakan amanah untuk pengamanan perbatasan," ujarnya.
 
Selama 9 bulan bertugas di Papua, ia bersama pasukannya berharap dapat melakukan tugas-tugas dengan baik terutama soal penanganan Covid-19 yang saat ini tengah menjadi pandemi.
"Kami berharap situasi pandemi Covid-19 bisa segera teratasi," tandasnya.
Sementara itu, sebanyak 586 pak buku dan pulpen 57 kotak dibawa untuk anak-anak sekolah di Papua. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wabup Buleleng, dr.I Nyoman Sutjidra saat upacara pelepasan pasukan di Lapangan Mako Yonif Raider 900/SBW, Banyuasri, Buleleng.
 
Dalam sambutannya, Wabup Sutjidra mengatakan,tugas pengamanan perbatasan harus dimaknai sebagai amanah kepercayaan, harga diri dan kebanggaan. Menurutnya,tidak setiap prajurit mendapatkan kesempatan melaksanakan penugasan dengan penuh totalitas semangat pengabdian profesionalisme, dedikasi, disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama melaksanakan latihan perang. "Tugas dan semangat pengabdian yang tulus, sebagai prajuri profesional saya yakin kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI masyarakat bangsa dan negara dapat dilaksanakan sebaik-baiknya," tandas Sutjidra.