Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengawasan Pos Biaung Ngaret 1,5 Jam, Dua "Pemudik" Berhasil Kabur

Bali Tribune / PERIKSA - Pelaksanaan pemeriksaan terhadap warga di Pos 6 Biaung di Jalan By-pass IB Mantra, Minggu (17/5).
balitribune.co.id | Denpasar - Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Denpasar, Minggu (17/5), sejumlah pos perbatasan tetap dijaga Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, TNI/Polri, Dinas Kesehatan dan pecalang. Seperti yang dilakukan di Pos 6 Biaung di Jalan By-pass IB Mantra. 
 
Namun demikian, pada pengawasan di pos perbatasan Kota Denpasar dengan Kabupaten Gianyar ini sempat ngaret 1,5 jam dari jadwal yang ditentukan. Pengawasan warga yang semestinya dilakukan pukul 07.30 Wita namun pemeriksaan di pos ini baru dimulai pukul 09.04 Wita. 
 
Selain itu kejadian tak terduga juga terjadi  di pos pantau ini. Dalam pemeriksaan tersebut, ada dua orang warga yang mengaku asal Madura, Jawa Timur yang mengaku akan mudik ke kampung halamannya malah berhasil kabur. Padahal, warga yang mengaku bekerja sebagai asisten rumah tangga di Gianyar tersebut saat diperiksa jelas tidak membawa surat keterangan pulang kampung dari desa/lingkungan tempat mereka bekerja. Setelah dilakukan pencatatan identitas, pemudik tersebut hanya dihimbau untuk balik ke Gianyar mencari surat keterangan. Bukannya balik arah, warga tersebut yang menggunakan sepeda motor malah langsung tancap gas dan kabur menuju arah Nusa Dua. 
 
Penanggung Jawab yang sekaligus Danru Pleton 2 wilayah Dentim, Nyoman Jaya Putra tidak menampik kejadian tersebut. Terkait dengan keterlambatan pelaksanaan pengawasan PKM, pihaknya mengaku masih menunggu tim dari Dinas Kesehatan yang membawakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa selop tangan.
 
Tim Dinas Kesehatan baru datang pukul 09.00 Wita padahal tim lainnya sudah lengkap. "Iya benar memang agak terlambat tadi. Soalnya, kami masih menunggu tim Dinas Kesehatan yang membawa Hand Scon (selop tangan). Jika tidak ada itu kami juga belum bisa berjalan soalnya itu salah satu protap kesehatan. Kami akui memang ada keterlambatan," jelasnya.
 
Terkait dengan Pemudik yang lolos kata dia, pihaknya mengakui memang sedikit lengah dan dimanfaatkan oleh orang tersebut untuk kabur. Sebab, dalam pendataan mengaku memang mau pulang kampung karena anaknya sakit. Bahkan, Petugas yang berjaga sempat bersitegang karena tidak bisa diimbau baik-baik agar balik ke wilayah mereka bekerja dan mengurus surat-surat.
 
Setelah bersitegang, warga tersebut malah  pergi begitu saja tanpa pengawasan. "Padahal sudah diimbau untuk putar balik. Saat kami lengah, pemotor tersebut malah lurus ke arah Nusa Dua bukannya balik arah. Memang kami tidak bisa pungkiri itu terjadi," ungkapnya.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Bupati Satria Minta Perumda Panca Mahottama Lakukan Pemerataan Distribusi Air Minum

balitribune.coid | Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung di Halaman Kantor Perumda Air Minum Panca Mahottama, Senin (14/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana serta seluruh jajaran manajemen dan staf Perumda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Niat Healing di Laut, WNA Inggris Malah Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida

balitribune.co.id | Semarapura - Seorang wisatawan mancanegara (WNA) berkebangsaan Inggris, Archibald Frederick Taylor, meninggal dunia setelah mengalami musibah tenggelam saat berenang di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Akui Data 16 Ribu ASN Badung Bocor, Sekda Diminta Ambil Langkah Strategis

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik dugaan kebocoran data pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung memasuki babak baru. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui telah menerima informasi mengenai kebocoran data pegawai dan langsung meminta Sekda Badung mengambil langkah strategis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gigitan HPR di Karangasem Capai 5.756 Kasus, Satu Orang Meninggal Dunia Terpapar Rabies

balitribune.co.id | Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem di Tahun 2026 ini masih cukup tinggi, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Karangasem, rata-rata terjadi sebanyak 500 kasus gigitan HPR perbulan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.