Pengelolaan Potensi Desa Dinilai Belum Maksimal | Bali Tribune
Bali Tribune, Senin 22 Juli 2024
Diposting : 27 September 2022 20:01
PAM - Bali Tribune
Bali Tribune / POTENSI - Hingga kini potensi yang ada di desa dinilai belum dikelola secara maksimal. Perbekel dan lurah diminta memberdayakan dan memfasilitasi sesuai kewenangannya.

balitribune.co.id | NegaraSetiap desa dan kelurahan memiliki potensi desa yang berbeda-beda. Namun potensi tersebut hingga kini dinilai masih belum dikelola dengan maksimal. Kini masing-masing desa diminta untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki. Bahkan perbekel/lurah di Jembrana didorong berkolaborasi dalam mengembangkan potensi desa/kelurahan.

Berbagai potensi dimiliki desa/kelurahan di Jembrana. Potensi setiap desa/kelurahan karakteristik tersendiri. Pengelolaan potensi desa/kelurahan tersebut kini diminta dioptimalkan. Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengakui banyak potensi yang ada di masyarakat belum dikelola secara maksimal. "Banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat kita di desa seperti produk unggulan dibidang pertanian, perdagangan, industri rumah tangga maupun sektor usaha mikro belum dapat dikelola secara baik dan maksimal,” ujarnya Selasa (27/9).

Ia menyatakan dalam mengoptimalkan potensi desa/kelurahan, diperlukan peran pemerintah desa dalam membina dan memfasilitasi sesuai dengan kewenangannya, “seharusnya Pemerintah Desa bisa hadir untuk memberdayakan maupun memfasilitasi sesuai dengan kewenangan yang desa miliki," ungkapnya.  Pemerintah Desa dan Kelurahan diharapkan dapat mendukung program Pemerintah Daerah mewujudkan masyarakat yang bahagia, terutama melalui program pemberdayaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Desa dan Kelurahan senantiasa fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan ikut mendukung program Pemerintah mewujudkan masyarakat Jembrana bahagia. Mulailah selalu berorientasi memajukan masyarakat desa/kelurahan melalui program-program pemberdayaan yang lebih bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Pihaknya mendorong setiap desa memiliki produk unggulan. Terlebih pada 2026 yang dicanangkan sebagai tahun Jembrana Emas banyak wisatawan akan datang ke Jembrana.

"Seluruh Perbekel/Lurah agar tetap semangat dan meningkatkan kinerja. Saya ingin sekali setiap desa memiliki produk unggulan, one village one product," tandasnya. Selain identifikasi, pengembangan potensi desa tersebut juga didorong untuk dikolaborasikan melalui kerjasama desa dan pembangunan kawasan perdesaan.Berbagai upaya kini kini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki masing-masing desa. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait kerjasama antar desa dan penyusunan produk hukum.

Kadis PMD Jembrana I Made Yasa menyatakan perbekel sebagai pemegang kebijakan penyelenggaraan pemerintah di desa diharapkan mampu memahami produk hukum di desa sebagai pedoman penyelenggaraan pemerintahan desa secara akuntabel dan profesional. “Sesuai UU 6/2014 tentang Pemerintahan Desa, Permendagri 114/2014 tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan di Desa, kerjasama ini nantinya akan didukung APBDes seluruh desa di Jembrana dan APBD Kabupaten Jembrana," tandasnya.