Pengenalan Dasar-dasar Wariga Di Desa Tampekan | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 23 Oktober 2020
Diposting : 13 December 2018 18:47
redaksi - Bali Tribune
Nyoman Wilasa saat menjadi narasumber pada kegiatan penyuluhan agama Hindu di Desa Tampekan baru-baru ini.
BALI TRIBUNE - Penyuluh agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng menjalankan Tupoksinya sebagai penyuluh dengan memberikan penyuluhan di masing-masing desa pakraman.
 
Seperti yang dilakukan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buleleng, Nyoman Wilasa di Desa Tampekan Kecamatan Banjar baru-baru ini.
 
Menjadi narasumber, Wilasa pada kesempatan itu membawakan materi tentang, dasar-dasar Wariga yakni, pengetahuan tentang baik buruknya hari dalam persfektif Agama Hindu.
 
Menurut Wilasa, ajaran Wariga sejak dahulu sudah dikenal oleh para leluhur kita, baik di Indonesia maupun di India.
 
“Tentang Wariga di India dikenal dengan istilah Jyotisa, sedangkan dewasa ini umumnya dikenal dengan Astronomi/Astrologi,”terangnya.
 
Dia menambahkan, pada umumnya bagi umat Hindu di Indonesia khususnya di Bali istilah Wariga tidaklah asing lagi.
Dalam ajaran Wariga kata Wilasa, termuat pemilihan waktu/hari yang baik sebagai pedoman untuk memulai suatu pekerjaan maupun melakukan yadnya. 
 
“Jadi wariga adalah ilmu tentang perhitungan baik buruknya hari,” lanjutnya.
 
Wilasa berharap, para penyuluh Agama Hindu di Buleleng lebih mengenalkan konsep-konsep wariga kepada masyarakat setempat.
 
Kegiatan itu merupakan salah satu penjabaran tugas-tugas penyuluh agama Hindu di masing-masing desa pakraman. Hadir pada kesempatan itu, sejumlah tokoh agama dan adat Desa setempat.