Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penggunaan Istilah Covid-19 di Media Massa Harus Konsisten

Bali Tribune / PENYULUHAN - I Made Sujaya,S.S.M.Hum.memberikan penyuluhan ke peserta
balitribune.co.id | Denpasar - Penggunaan Istilah Covid-19 dalam pemberitaan di media massa belumlah  seragam. Ada yang  memakai abjad  ‘C’ (baca Covid), dan tidak  sedikit ‘K’ (Kovid). Hal ini disampaikan I Made Sujaya, S.S.M.Hum. disela-sela "Penyuluhan Penggunaan Bahasa di Ruang Publik Bagi Insan Media Massa" Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan  Balai Bahasa Provinsi Bali.
 
Ketidakseragaman penggunaan istilah Covid-19 kata dia wajar dan sah-sah saja. Selain belum ada  kesepatakan penggunaan istilah yang tepat  juga  tergantung gaya penyebutan di masing-masing media.
 
“Yang harus  dihindari adalah ketidak konsisten-an. Misalnya, judul berita memakai istilah Covid, maka isi berita juga Covid. Bukan Kovid atau pun sebaliknya,” kata Sujaya
 
Penyebutannya pun harus berkesinambungan. Jika awal-awal penyebutan memakai istilah Covid, maka sekarang dan waktu mendatang  tetap Covid. Jangan sampai hari ini Covid besoknya Kovid.
 
Masih dalam kaitan dengan istilah Covid-19, Dosen Unud yang mantan wartawan ini mengkritisi kecenderungan penggunaan istilah asing dalam  pemberitaan Covid-19.
   
Semenjak pandemi Covid-19 merebak, ada banyak istilah-istilah baru yang sering muncul di pemberitaan media massa seperti social distancing, lockdown, imported Case dan lainnya. Padahal padanan kata ini ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Celakanya lagi, banyak yang mencampuradukan kata asing dan Indonesia. Ini kan rancu,” beber Sujaya.
 
Penyuluhan Penggunaan Bahasa di Ruang Publik bagi Insan Media Massa diikuti  kurang lebih 30 wartawan dan berlangung selama dua hari. 
 
Dibuka resmi Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Toha Machsum,M.AG, Rabu (5/5). Hari pertama topik diskusi mengangkat tema "Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Pemberitaan Pandemi Covid-19 di Media Massa."
 
Sedangkan pada hari kedua, Kamis (6/5) topik mengenai "Permasalahan Penggunaan Bahasa Indonesia  di Media Massa Kita." Pembicara Wahyu Aji Wibowo,S.S. I Made Sudiana, S.S.M.Hum dan Dra. Ni Luh Partami, M. Hum.
wartawan
Hendrik Kleden
Category

Diduga Tipu Klien Miliaran Rupiah, Togar Situmorang Diadili

balitribune.co.id | Denpasar - Pengacara Togar Situmorang yang terbisa duduk dikursi penasihat hukum, saat sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hakim Isak Ulingnoha, di Ruang Candra PN Denpasar, Kamis (13/11), justru duduk di tengah sebagai terdakwa. Ia didakwa dalam kasus penipuan terhadap kliennya untuk melobi sebuah kasus.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Klungkung Cetak Rekor Nasional, Wapres Gibran Puji Keberhasilan Turunkan Stunting

balitribune.co.id | Semarapura - Prevalensi stunting di Kabupaten Klungkung tercatat menjadi yang terendah di Indonesia yakni 5,1 persen, hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2024. Capaian ini tidak terlepas dari komitmen bersama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Klungkung. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lakukan Pembinaan Berkelanjutan, LPLPD Yakin Mampu Tingkatkan Tata Kelola LPD di Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) yang tentunya didukung oleh Pemkab Buleleng terus melakukan langkah2 strategis untuk pengelolaan LPD utamanya dalam hal tata kelola lembaga.

Baca Selengkapnya icon click

Edukasi di Unhi: Strategi OJK Dorong Generasi Muda Bali Melek Investasi

balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda untuk menciptakan investor yang cerdas dan berintegritas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.