Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penghibahan Pasar Catur Kintamani dalam Pembahasan

Bali Tribune/ I Wayan Gunawan
Balitribune.co.id | Bangli - Revitalisasi pasar rakyat Catur Kintamani sudah kelar dua tahun lalu. Hingga kini status pasar masih dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli sebagai asset barang milik daerah. Rencananya  pasar tersebut akan dihibahkan kepemilikannya kepada pihak desa. Proses pengibahan masih dalam pembahasan.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli I wayan Gunawan  mengatakan di tahun 2018 pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggran lewat dana tugas pembantu (TP) sebesar Rp 6 miliar untuk revitalisasi pasar rakyat Catur  Kintamani. Proses revitalisasi pasar Catur langkah pertama yakni terakit  asset, dimana  sebelumnya pasar tersebut milik desa. Karena proses revitalisasi maka asset menjadi milik pusat. Setelah proses pembangunan kelar pusat kemudian mengibahkan asset ke pemerintah daerah. ”Kami sedang membahas formasi yang tepat  apakah nantinya pasar tersebut dibahkan ke desa atau dikerjasamakan dengan pihak desa,” ujar Wayan Gunawan, Selasa (30/6).
 
Dalam pembahasan melibatkan instansi terkait seperti bagian hukum, staf ahli bidang hukum, bapeda dan kepala desa Catur. “Kami sedang berproses, kami ingin langkah yang diambil berdasarkan legalitas yang jelas dan fungsi pasar sesuai dengan pemanfaatannya,” sebut Wayan Gunawan.
 
Di tengah pandemik Covid- 19 terjadi penurunan  pendapatan dari retribusi pasar. Penurunan terjadi di empat pasar yang dikelola daerah yakni pasar Kidul Bangli, Singamandawa Kintamani. Yangapi Tembuku dan Kayuambua Susut. Ia mencontohkan pendapatan untuk pasar Kidul Bangli yakni dari laporan per tanggal 8 Juni hasil punugutan retribusi hanya Rp2.959.000 padahal jika situasi  normal pendapatan  retribusi bisa mencapai Rp 3,5 juta.
wartawan
Agung Samudra
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.