Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pengolah Sampah belum Maksimal, Pemerintah Daerah Diminta Ikut Berperan

BELUM MAKSIMAL - Pengolahan sampah yang dikelola Kelompok Komposting Wana Asri di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Melaya belum berjalan maksimal.

BALI TRIBUNE - Upaya pengolahan sampah yang dilakukan beberapa kelompok masyarakat (pokmas) di beberapa desa/kelurahan di Jembrana yang hingga kini masih belum optimal, menjadi sorotan legislatif Jembrana. Seperti saat pengecekan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Sugiasa Senin (14/1) ke lokasi pengolahan sampah yang dikelola Kelompok Komposting Wana Asri yang berlokasi di Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Melaya. pengecekan, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Ketut Sugiasa mendapati pengolahan sampah yang dilakukan kelompok komposting Wana Asri yang berlokasi di lingkungan Arum, Gilimanuk ini belum maksimal. Saat tiba di lokasi pengolahan sampah, politisi PDIP ini mengaku kaget karena melihat areal pengolahan sampah itu justru dipenuhi tumpukan sampah. Selain mendapati bangunan untuk pengolahan sampah yang tampak kotor, ia juga menanyakan tidak ada aktiftas warga yang bekerja untuk mengolah sampah di lokasi. “Kenapa tidak ada yang kerja mengolah sampah. Semestinya setiap hari ada yang bekerja,” ujarnya. Dari keterangan Lurah Gilimanuk, I Gede Wariana Perbawa, Sekcam Melaya Kadek Arianta dan Ketua Kelompok Wana Asri, Ismail, kelompok komposting ini memang baru mengawali pengolahan sampah. Bahkan kondisi mesin pencacah daun bantuan CSR dari PLTG Gilimanuk kini rusak setelah kemasukan ranting saat digunakan beberapa waktu lalu. Saat ini pengolahan sampah ini masih dijadikan perekajaan sambilan. 16 orang anggota kelompok ini juga sebagian besar bekerja.  Warga ini baru mulai melakukan pengolahan sampah pukul 17.00 Wita. “Sampah yang diolah juga baru sampah organic untuk kompos. Sedangkan sampal plstik, logam dan lainya kita kirim ke TPA Peh,” papar Lurah Gilimanuk, I Gede Wariana Perbawa. Kendati kompos yang dihasilkan sudah bisa dijual, namun diakuinya hingga kini hasil yang didapat dari pengolahan sampah ini masih belum mekasimal. “Kami masih membutuhakan banyak peralatan seperti mesin, gergaji mesin dan gerobak serta sarana lain seperti air dan listrik. Beerapa peralatan yang ada kami masih meminjam dari lingkungan,” ujarnya. Mendapati kondisi tersebut, Sugiasa mengatakan pengolahan sampah ini memang belum maksimal dan belum bisa menghasilkan uang bagi warga yang mengelolanya. “Ini masih sengsara. Belum bisa menghasilkan uang yang menjadi penghsilan bagi kelompok dan masyarakat,” ujarnya. Agar menghasilkan uang sebagai mata pencaharian pokok, menurutnya pengolahan sampah harus maksimal. Pemilahan dan pengolahan sampah harus dilakukan setiap hari sampai selesai. Sampah yang datang dikatakannya tidak ditimbun seperti yang ada dilokasi melainkan harus langsung dipilah lalu diolah. Semua sampah menurutnya bisa diolah dan menghasilkan uang. Sampah organic bisa dijadikan pupuk kompos, sampah plastic dan sampah logam bisa diolah untuk menjadi barang yang bernilai ekonomi. Yang dikirim ke TPA hanya sampah yang tidak bisa diolah seperti pembalut wanita dan jumlahnya sedikit. Lokasi pengolahan sampah juga harus bersih dan tidak bau sehingga pekerja bisa nyaman bahkan bisa makan ditempat kerjanya. “Seperti pengolahan sampah yang ada di Malang. Sampah yang masuk setiap hari bekerja diolah dan itu dijadikan pekerjaan pokok karena hasilnya cukup menjanjikan,” ujarnya. Dikatakannya agar pengolahan samah di Gilimanuk ini bisa menjadi sumber penghasilan maka kelompok pengelolanya perlu mendapat pelatihan dan studi banding ke lokasi pengolahan sampah yang baik. “Hasil produksinya juga tidak satu. Ada untuk pertanian, perikanan atau peternakan. Pemerintah daerah harus ikut berperan agar pengolahan sampah berjalan maksimal. Apalagi Gilimanuk sebagai daerah wisata dimana produksi sampah akan cepat meningkat. Jika pengolahan sampah tiDak siap maka nanti sampah akan terus menjadi masalah,” tandasnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Menyemai Asa Digital dari Ruang Kelas Selemadeg: Kisah Ni Wayan Sri Yasmini Menembus Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Suasana anggun menyelimuti Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat (14/8/2026) pagi. Di tengah deretan penerima penghargaan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berbusana adat teratur, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. melangkah mantap menuju panggung penghormatan.

Baca Selengkapnya icon click

Sentuhan Lokal Pemantik Asa, Inovasi ‘Abu Teko’ Selamatkan Seni Terracotta Pejaten

balitribune.co.id | Tabanan - Di tengah kepulan asap pembakaran genteng dan aroma tanah liat yang khas di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sebuah tantangan besar sempat membayangi para perajin lokal. Pejaten, yang sejak lama melegenda dengan produk genteng dan batu bata berkualitas bermerek "Pejaten", harus berhadapan dengan makin langkanya bahan baku tanah liat premium.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kopi Robusta Petik Merah Pupuan Antar I Nyoman Mika Raih Swacitta Nugraha 2026

balitribune.co.id } Tabanan - Di tengah dinginnya udara pegunungan Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, aroma harum kopi yang sedang diproses membuai siapapun yang melintas. Dari hamparan kebun hijau di sudut Kabupaten Tabanan inilah lahir sebuah gagasan besar yang menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click

Cinta Indonesia, Ribuan Bikers Honda PCX Konvoi Simpatik Rayakan HUT RI ke-81

balitribune.co.id | Jakarta – Sebanyak 1.960 pecinta sepeda motor Honda PCX dari 28 Main Dealer sepeda motor Honda di Indonesia mengadakan konvoi simpatik sambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mereka mengekspresikan kecintaannya terhadap Tanah Air melalui rangkaian aktivitas yang memadukan pengalaman berkendara, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan kekompakan komunitas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra Gelar Aksi Donor Darah

balitribune.co.id | Semarapura - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali Nusra menggelar kegiatan sosial berupa Aksi Donor Darah yang dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026) bertempat di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Klungkung.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sedana Arta Pimpin Apel Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Alun-Alun Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Penurunan Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Bangli, Minggu (17/8/2026) sore.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.