Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penyedia Jasa Telekomunikasi Tingkatkan Kualitas Layanan di Kawasan Pariwisata

Bali Tribune / BTS - Media Visit di BTS atau Site Monkey Forest untuk menunjukkan kualitas jaringan internet di kawasan pariwisata Ubud

balitribune.co.id | GianyarPerusahaan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia semakin meningkatkan kualitas jaringan bagi pelanggan di kawasan-kawasan pariwisata di Bali salah satunya di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar. Yose Navirianto, SVP Head of Technology Java Indosat Ooredoo Hutchison saat Media Visit di BTS atau Site Monkey Forest Ubud, Kamis (15/8) mengatakan, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini akan menambah jumlah BTS di Bali pada tahun 2025 mendatang dan perluasan serta penguatan jaringan Tri di Bali dan Nusa Tenggara. "Untuk tahun 2025 menambah jumlah 122 BTS yang mengcover seluruh area di Bali di pedesaan dan kawasan pariwisata dan Nusa Tenggara," ucapnya.

Ia menyebutkan, saat ini di Bali sebanyak 1.275 BTS dan pada tahun 2025 khusus untuk Bali akan dilakukan penambahan 39 BTS. Selain penambahan jumlah BTS juga menambah kapasitas karena banyak pengguna yang menggunakan BTS dalam waktu bersamaan. 

Pihaknya mengakui, melakukan penguatan signal internet di Ubud maupun di kawasan pariwisata lainnya di Pulau Dewata karena banyak wisatawan asing dan domestik yang berwisata di kawasan tersebut. "Ubud banyak wisatawan asing dan penyebaran trafik kita selain Ubud paling tinggi Karangasem, Klungkung dan Badung. Literasi digital di Bali naik diikuti kenaikan trafik di Indosat," jelasnya. 

Sementara itu, pemilik 3Kiosk Ubud, I Ketut Pramadasa Putra mengatakan melayani pelanggan merupakan bagian dari empowering atau memberdayakan masyarakat lokal. Pihaknya sebagai warga lokal di Ubud berkesempatan memiliki peluang usaha menjadi pusat distribusi dan layanan resmi Tri dengan menggunakan tenaga kerja lokal. "Saya sebagai pelaku UMKM lokal dapat kesempatan menjadi mitra Tri," ucapnya.

Dia berharap, masyarakat yang berdomisili di Ubud bisa menjangkau layanan dan kuliatas internet sama dengan di perkotaan. "Pelanggan turis asing memang banyak. Kalau Ubud secara total pelanggan 10 ribu dari warga lokal Ubud, warga negara asingnya 40 persen. Karena di sini banyak pendatang. Setiap menjelang akhir tahun pada musim liburan, saya menambah stok ketersediaan kartu perdana karena banyak wisatawan asing yang datang ke Ubud," tuturnya.

wartawan
YUE
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.