Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Peran BPD Bali Dalam Mendukung Sektor Pertanian Lokal Bali di Masa Pandemi Covid-19

Bali Tribune / PANDEMI - Webinar yang digelar Bank BPD Bali bertajuk “Deglobalisasi Hasil Pertanian, Menuju Kemandirian Hasil Pertanian Lokal Bali di Tengah Pandemi Covid-19” bertempat di Aula Bank BPD Pusat, Denpasar, Rabu (24/6).

balitribune.co.id | DenpasarSejalan dengan apa yang dicanangkan Gubernur Bali, I Wayan Koster  melalui program pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dimana salah satunya merupakan upaya pemerintah Bali untuk tidak bergantung pada Pariwisata, Bank Pembangunan Daerah Bali selaku bank yang dimiliki rakyat Bali tergerak dalam mendorong  terciptanya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat, pemegang kas daerah  atau sebagai pengelola keuangan daerah serta sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah serta mengembangkan perekonomian dan menggerakkan pembangunan daerah melalui peran strategis, fungsi dan tugas pokoknya. 

Peran Bank BPD sebagai agent of development masih dapat dioptimalkan dengan peningkatan penyaluran kredit, terutama pada kredit produktif. Diversifikasi kredit berdasarkan lapangan usaha juga perlu mendapat perhatian. Penyaluran kredit terhadap UMKM menggembirakan dan perlu terus didorong. Porsi kredit UMKM (38%) terhadap total kredit lebih tinggi dari rata-rata nasional ( 16,3%) dan perlu terus didorong. Hal itu tercermin dari triwulan I 2020 kredit tumbuh positif dengan kecenderungan turun, NPL cenderung meningkat meski masih dibawah 5%. Begitu diungkapkan Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma disela  Webinar yang bertajuk “Deglobalisasi Hasil Pertanian, Menuju Kemandirian Hasil Pertanian Lokal Bali di Tengah Pandemi Covid-19” bertempat di Aula Bank BPD Pusat, Denpasar, Rabu (24/6). Hadir juga sebagai narasumber dalam webinar kali ini seperti, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Bali, Perwakilan petani muda dan Jasindo. 

“Webinar ini sesuai dengan komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung program   kemandirian hasil pertanian lokal Bali di tengah pandemi Covid-19,” sebutnya.  

Dijelaskan, kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi Bali cenderung menurun dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan minimnya penerapan tekhnologi, minimnya kompetensi SDM, asymmetric information dan minimnya funding di sektor pertanian. 

Menurut pandangannya,, pertanian Bali masih tergolong tradisional belum terdapat integrasi teknologi untuk meningkatkan produksi (ramalan cuaca, informasi mengenai penyakit dan hama, dsb), petani belum terintegarsi dengan supply chain secara keseluruhan sehingga belum mendapatkan informasi pasar real time, bantuan dan subsidi belum online, sehingga bantuan sering datang terlambat/ lewat musim tanam apalagi petani masih menggunakan metode tradisional/turun-temurun dalam bercocok tanam.

Lantas  Sudharma juga menyampaikan petani tidak terpapar dan enggan mencoba metode pertanian terkini, belum memiliki awareness untuk mencoba menggunakan bibit/pupuk non-tradisional, terutama dikarenakan oleh faktor biaya. Lantas, petani belum mendapatkan info mengenai pasar secara sempurna. Belum memiliki informasi lengkap mengenai jenis pasar yang bisa dimasuki, terutama pasar premium dan pasar dengan jalur distribusi yang lebih pendek.

“Organisasi pertanian masih belum kuat dan terkoneksi. Saat ini, belum terdapat koneksi yang kuat antara asosiasi petani, lembaga pemerintah daerah, lembaga pemerintah pusat, dan perbankan. Belum tersedia kredit yang sesuai dengan nature pertanian, baik dari segi nature keuangan maupun dari sisi risiko. Inilah yang menjadi tantangan kita dari sisi perbankan dalam menyalurkan kredit bagi petani,” tuturnya. 

Meskipun dihadapkan pada berbagai persoalan namun berdasarkan catatan Bank BPD Bali, porsi penyaluran di sektor pertanian meningkat sebesar 4,60 persen di quartal I tahun 2020 dibandingkan quartal IV, 4,59 persen. 

“Kontribusi penyaluran kredit disektor pertanian porsinya cukup besar dibandingkan dengan yang lain,” ucapnya. Lantaran itulah Bank BPD Bali mendorong para petani di Bali untuk masuk ke dalam digitalisasi pertanian. Baik itu digitalisasi produksi, pemasaran, pembiayaan ataupun sistem pembayaran.

“Potensi digitalisasi dimasa Covid-19 menciptakan peluang baru seiring perubahan perilaku masyarakat dalam memasuki era new normal,” tandasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya

balitribune.co.id I Denpasar - Guna mendukung upaya pencegahan Stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Digempur Produk Modern, Permintaan Gerabah untuk Kebutuhan Upacara Adat Masih Stabil

balitribune.co.id I Mangupura - Pembuatan gerabah tradisional hingga saat ini masih ditekuni salah satu perajin di Desa Kapal Kabupaten Badung. Pasalnya, gerabah yang terbuat dari tanah liat tersebut kerap dibeli masyarakat yang akan melaksanakan upacara Pengabenan. Sehingga gerabah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari upacara adat Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Badung Sambut Silaturahmi Kajari Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Dalam suasana hangat dan kekeluargaan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung yang baru, I Wayan Sumertayasa beserta jajaran di Rumah Jabatan Bupati Badung, Puspem Badung, Selasa (18/8/2026). Bupati didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti, dan Sekda Ida Bagus Surya Suamba.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Daya Saing UMKM, DPRD Badung Serap Aspirasi Raperda Pelindungan Produk Unggulan Daerah

balitribune.co.id | Mangupura - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar penyerapan aspirasi masyarakat terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah. Ranperda inisiatif ini dirancang guna memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.