Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Peran Rempah-rempah dalam Upacara dan Usadha Bali

Bali Tribune / Prof Dr I Made Bandem
balitribune.co.id | Denpasar - Rempah ialah berbagai jenis tanaman yang beraroma khas. Dengan berbagai manfaat dalam upacara dan usadha Bali, perannya dibahas dalam Webinar Jalur Rempah oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali, Kamis (14/7).

Narasumber, Prof Dr I Made Bandem MA, menceritakan awalnya Bali bukan sebagai perkebunan rempah yang baik. Namun catatan sejarah menyatakan Bali menjadi tempat persilangan pelayaran rempah dari China ke India dan negara Asia Tenggara lainnya.

Ketika pelayar dari China singgah di Bali, tepatnya Bali Utara yaitu di Pelabuhan Ponjok Batu, Tejakula menyebabkan terjadinya kontak perdagangan. Kontak itulah yang menimbulkan perkembangan rempah-rempah di Bali.

"Sekarang bisa dilihat, di Bali Utara itu banyak perkebunan cengkeh dan rempah lain yang sangat produktif," ujar Bandem.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, rempah merupakan aspek yang dijiwai oleh agama Hindu, dalam hal ini yaitu terhadap ajaran Panca Sraddha. Ajaran tersebut berisi tentang kepercayaan dengan adanya Tuhan (Brahman), leluhur (Atman), hukum perbuatan (Karmaphala), reinkarnasi (Punarbhawa) dan kebebasan dari samsara (Moksa).

Namun, ungkap Bandem yang lebih penting daripada itu semua, adalah bahwa Panca Sraddha itu dikukuhkan dengan tiga kerangka dasar yang kuat, yaitu filsafat (Tattwa), etika (Susila), dan ritual (Upakara). Berdasar kepada penjelasan tersebut, seluruhnya dititik beratkan pada Upakara, karena dalam upakara peran rempah sangat dibutuhkan.

Dalam penjelasannya, disimpulkan bahwa fungsi rempah di Bali umumnya yaitu sebagai penyedap hidangan tradisional baik hidangan suci untuk upacara maupun santapan manusia. Fungsi kedua yaitu menjadi obat-obatan.

Penggunaan rempah di dalam olahan untuk upacara dimuat dalam satu lontar berjudul Dharma Caruban. Lontar tersebut secara spesifik berisi tuntunan tentang "mebat" atau meracik masakan tradisional Bali.

Dalam lontar tersebut dijelaskan hidangan tradisional dalam upacara dibagi menjadi tiga jenis. Pertama yaitu olahan kering seperti sate, lemped, brengkes, dan gubah. Kemudian olahan basah, seperti lawar, balung, dan timbungan. Lalu ada pula olahan cair, seperti komoh, dan ares.

Lanjut Bandem, dalam lontar itu disebutkan rempah-rempah berfungsi untuk membuat racikan yang disebut "basa". Merupakan bumbu pokok yang terdiri dari bawang merah, lengkuas, kunyit, jahe, kencur. Tidak hanya itu, ditambahkan pula dengan bumbu pelengkap seperti cabai, terasi, gamongan, bangle, cabai bun, janggar ulam, jebogarum, dan kemiri.

"Kombinasi bahan-bahan itu menyebabkan masakan Bali menjadi khas dan enak," imbuhnya.

Terdapat berbagai basa atau bumbu dalam hidangan Bali diantaranya basa genep, basa cenik, basa wangen, basa suna cekuh, basa bawang jae, basa gede dan lainnya.

"Selama upacara-upacara di Bali dilakukan, maka rempah-rempah akan sangat berperan untuk kepentingan tersebut," ujar Bandem.

Seniman dan budayawan Bali itu juga menyampaikan, penggunaan rempah-rempah di Bali, sangat erat kaitannya dengan pengobatan tradisional atau disebut Usadha. Bahkan memiliki peranan sentral sesuai dengan jenis pengobatannya.

Misalnya untuk penyakit rematik, bahan rempah yang digunakan yaitu, kulit batang kamboja, rimpang lengkuas, rimpang jahe, rimpang kencur, dan beras. Semua bahan tersebut dilumat halus, ditambah air dijadikan "boreh" atau lulur.

Ada pula untuk nyeri atau ngilu (tiwang sia, istilah Bali), rempah yang digunakan antara lain bunga cengkeh, paya, kuud sekawit, akar liligundi, kunir, lempuyang, dan kulit batang sintog. Pengolahannya dilumat halus, setelah halus ditambah air kemudian disaring, lalu diminum sebagai "loloh" atau jamu.

Contoh lainnya, ramuan untuk penyakit hepatitis, diantaranya menggunakan kulit kayu kluwak (pangi), daun klinco, ketumbar, rimpang lengkuas, kayu cendana, menyan arab dan menyan madu.

wartawan
M3
Category

Permudah Petani Angkut Hasil Perkebunan, BRI Peduli Bangun Jalan Beton di Desa Bebetin

balitribune.co.id | Singaraja - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Branch Office Singaraja membangun jalan beton di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan). Bantuan senilai Rp250 juta tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki akses yang menjadi jalur utama petani mengangkut hasil perkebunan dan pertanian.

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Keluhkan Sesak Nafas, WNA Asal Denmark Meninggal di Samah Nusa Lembongan Villa

balitribune.co.id I Semarapura - Personel Polsek Nusa Penida bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya seorang warga negara asing (WNA) asal Denmark yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Samah Nusa Lembongan Villa, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pertalite Langka, DPR Minta Distribusi BBM Subsidi Dievaluasi

balitribune.co.id I Gianyar - Ketersediaan BBM bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah wilayah Bali menjadi sorotan setelah muncul laporan kelangkaan yang berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama nelayan. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPR RI I Nyoman Parta meminta pemerintah bersama Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM subsidi.

Baca Selengkapnya icon click

Kobaran Api Hanguskan Dua Bangunan Warung di Keramas

balitribune.co.id I Gianyar - Dua bangunan warung di Banjar Lebah, Desa Keramas,  Blahbatuh, ludes dilalap api dalam kebakaran yang terjadi pada Senin (29/6/2026) malam. Berkat penanganan cepat petugas pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dijinakkan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gelar Nobar Piala Dunia, Kedai Kopi Tambah Jam Operasional

balitribune.co.id I Denpasar - Pelaku usaha kecil di Denpasar memanfaatkan momen gelaran Piala Dunia 2026 untuk menambah jam operasional bisnis kedai kopinya. Dengan adanya perhelatan sepak bola kelas dunia ini, pemilik kedai kopi membuka kedainya hingga 24 jam yang memfasilitasi para pelanggan untuk nonton bareng Piala Dunia 2026. 

Baca Selengkapnya icon click

Topeng Suluh Badung, Menghidupkan Warisan Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Duta Kabupaten Badung menghadirkan kekuatan tradisi dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Khas Kabupaten pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui pementasan Topeng Suluh yang dibawakan Sanggar Seni Waduk, Banjar Umakepuh, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, di Kalangan Ratna Kanda, Jumat (26/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.