Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perang Ketupat di Desa Apit Yeh

RITUAL – Warga Desa Pekraman Apit Yeh tampak meluapkan kegembiraannya melaksanakan ritual Perang Ketupat.

BALI TRIBUNE - Jika di daerah lain dikenal adanya pesta panen, sebuah pesta untuk mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah, di Karangasem juga memiliki tradisi hampir sama. Tempatnya di Desa Pekraman Apit Yeh, Kecamatan Manggis. Bahkan, ritual ini dikenal sangat unik dan cukup menarik bagi wisatawan yang kebetulan melancong ke Karangasem.

 Tradisi ini dikenal dengan tradisi Mesantalan atau Perang Ketupat, dalam Kalender Hindu, Bali, tradisi ritual ini diselenggaran pada setiap Sasih Desta atau Sasih Sadha, dan tradisi ini memiliki makna atau arti yang sangat penting bagi warga di desa ini.

Bendesa Adat Pekraman Apit Yeh, I Wayan Chandra, kepada wartawan Selasa (30/5) menjelaskan, tradisi Perang Ketupat ini digelar 15 hari setelah Usabha Mabiupupung di sawah, artinya jika dihitung nantinya akan ketemu saat Kajeng Kliwon Sasih Sadha.

 Dari pantauan koran ini di desa yang berada di kaki bukit ini, warga dari empat banjar yakni Banjar Kawan, Banjar Kangin, Banjar Kaler dan Banjar Kelod sejak pagi sudah disibukkan dengan menyiapkan berbagai sarana, seperti mencari janur dan membuat ketupat serta berbagai jenis sesaji yang terbuat dari bermacam hasil bumi. “Makna tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen padi, dan ini merupakan pestanya warga kami,” ucap Wayan Chandra.

 Prosesinya kata dia, diawali dengan mengarak godel atau anak sapi keliling desa sebelum kemudian godel itu disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masing-masing krama desa untuk dimasak. Tepat pukul 12.00 Wita suara kulkul pun ditepak bertalu tanpa henti yang menandakan jika pesta (tradisi Mesantalan,red) akan segera mulai. Pukul 13.00-14.00 Wita, warga kemudian menggelar upacara mecaru dimulai dari Pura Taman, Pura Puseh dan Pura Dalem, hanya saja Ngayabnya dilaksanakan di jalan raya.

 Begitu Ngayab selesai dilaksanakan, sejumlah prajuru adat langsung membentangkan tali pemisah antara dua kubu warga yang berada di utara dan selatan. Sorak bergema dan ratusan warga dari dua kubu itu langsung saling lempar dengan ketupat seukuran kepalan tangan orang dewasa. Jika terkena akan cukup sakit, tetapi bagi warga setempat, itu sama sekali tidak dirasakan karena terkena lemparan berarti berkah dan hasil panen mereka pada musim tanam yang akan datang melimpah.

 Perang ketupat ini berawal dari perkawinan Ida Betara Dalem dengan putrinya Betara Dalem Selumbung. Setelah perkawinan itu berjalan, dan dalam perjalanan putrinya itu, Ida Betara Dalem Selumbung memberikan ketupat sebagai bekal. Namun setiba di pertigaan Apit Yeh, ketupat itu pun dilempar oleh sang putri sebagai penghormatan. Sejak itulah warga di desa ini mengenal dan menyelenggarakan perang ketupat, karena pemparan ketupat tersebut memiliki kekuatan spiritual bagi seluruh warga utamanya bagi kesuburan dan kesejahteraan warga desa ini.

 Dulunya warga di desa ini pernah sekali tidak menyelenggarakan ritual perang ketupat ini, namun secara tiba-tiba warga di desa ini mengalami paceklik yang cukup panjang, dimana seluruh tanaman pertanian seperti padi dan palawija serta hasil kebun mati dan seluruh warga mengalami gagal panen.

Dan paceklik yang dialami warga di desa ini akhirnya berakhir setelah tradisi ritual ini kembali diselenggarakan. Sementara usai tradisi perang ketupat ini dilaksanakan, warga akan kembali kerumah untuk selanjutnya mengikuti upacara Meprani dimasing-masing banjar.

wartawan
redaksi
Category

Kandang Ayam Broiler Terbakar, 15 Ribu Ekor Bibit Ayam Senilai Rp500 Juta Mati Terpanggang

balitribune.co.id I Amlapura - Warga di Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Karangasem, Minggu (5/7/2026) dinihari dibuat panik oleh kejadian kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan kandang  ayam milik I Made  Suambem, warga Dusun Sangkan Gunung.

Baca Selengkapnya icon click

Rayakan HUT ke-27, PP Polri Bali Perkuat Solidaritas Lewat Anjangsana dan Olahraga

balitribune.co.id | Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri tahun 2026, PP Polri Daerah Bali menggelar serangkaian kegiatan sosial dan kebugaran. Rangkaian acara diisi dengan kegiatan anjangsana kepada anggota yang membutuhkan serta olahraga bersama guna mempererat tali silaturahmi antaranggota.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sampah Organik Dibatasi ke TPA Peh, Pemilahan Sampah di TPS Diperketat

balitribune.co.id I Negara - Kebijakan pembatasan total sampah organik yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh yang telah berlaku di Kabupaten Jembrana sejak Rabu (1/7/2026). Sistem pemilahan sampah di tingkat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diperketat. Bahkan setelah personil Satpol PP, kini Desa Adat mengerahkan aparatnya untuk penertiban pembuangan sampah liar.

Baca Selengkapnya icon click

Fishing Tournament 2026 Diserbu Ratusan Peserta, Bupati Sutjidra: Ini Strategi Promosi Wisata Bahari

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menggenjot promosi wisata bahari melalui penyelenggaraan Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026. Ajang memancing yang digelar di perairan laut Buleleng, Minggu (5/7/2026), itu sukses menarik minat ratusan peserta dari berbagai daerah di Bali hingga Pulau Jawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rusak Parah, Kondisi Trotoar Selatan Anjungan Penelokan Memprihatinkan

balitribune.co.id I Bangli - Kondisi trotoar di sisi selatan Anjungan Penelokan, Kecamatan Kintamani, Bangli, sangat memprihatinkan. Sebagai kawasan obyek wisata, fasilitas umum tersebut mengalami kerusakan parah. Di sepanjang jalur tersebut terpantau di beberapa titik trotoar yang jebol.

Baca Selengkapnya icon click

School Holiday Celebration Tumbuhkan Kesan Nusa Dua sebagai Destinasi Ramah Keluarga

balitribune.co.id I Nusa Dua - Menyambut liburan sekolah dan Hari Anak Nasional 2026, pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Kabupaten Badung menghadirkan sejumlah aktivitas untuk menumbuhkan pengalaman liburan nyaman penuh makna bersama keluarga. Hal itu untuk menciptakan kesan kawasan pariwisata yang dikelola ITDC ini dikenal sebagai destinasi ramah keluarga. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.