Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perbankan Sebut Kredit Konsumtif Terkendala Daya Beli

Bali Tribune/ Rully Setiawan
balitribune.co.id | Denpasar -  Sejumlah pihak optimis ekonomi Bali pada triwulan berikutnya dapat tumbuh lebih baik usai bayang-bayang pemilihan umum (Pemilu). Meski pada triwulan II 2019 dirasakan agak berat karena beberapa kejadian seperti kerusuhan di Jakarta karena hasil Pemilu dan aktivitas Gunung Agung beberapa waktu lalu yang sempat membuat salah satu maskapai untuk membatalkan penerbangannya. 
 
Regional CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusa Tenggara, Rully Setiawan saat buka puasa bersama awak media di Denpasar beberapa waktu lalu mengatakan, ekonomi Bali triwulan II akan lebih baik jika proses recovery kerusuhan yang terjadi di Jakarta dan erupsi Gunung Agung di Bali cepat dilakukan. 
 
"Harusnya triwulan II lebih baik, apalagi triwulan II tinggal sebulan lebih. Juni memang terpotong ada Lebaran, sebetulnya Lebaran itu universal, semua orang libur dan ada nambah cuti," katanya. 
 
Hal ini kata dia kemungkinan akan memicu roda perekonomian berjalan normal pada minggu ke tiga dan ke empat di bulan Juni. Peluang ini akan dimanfaatkan untuk menggenjot penyaluran kredit rumah bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar sejalan dengan program pemerintah yaitu program sejuta rumah dengan memberikan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
Bank Mandiri kata Rully di tahun 2019 diharapkan bisa terus berperan dalam program sejuta rumah subsidi tersebut. Walaupun tahun lalu Mandiri diakuinya masih tahap belajar dalam penyaluran kredit rumah untuk MBR. Bahkan para pengembang yang membangun rumah untuk MBR itu juga berharap Mandiri dapat maksimal menyalurkan kredit FLPP yang tidak hanya dilakukan oleh BTN.
 
Disampaikannya bahwa Mandiri telah menjalin kerjasama dengan developer, sehingga tahun ini pihaknya optimis bisa optimal menyalurkan kredit kepemilikan rumah bersubsidi. Disebutkan Rully, saat ini kredit kepemilikan rumah bersubsidi yang telah disalurkan sebesar Rp 5 miliar, dengan 26 unit rumah di wilayah kerjanya.
 
Di Bali telah ada 5 unit rumah yang dibiayai. Ada 10 proyek kemudian yang akan dibiayai dan 8 diantaranya sudah cair. Rumah tersebut sebagian besar dibangun di Tabanan dan Negara. Menurut Rully, ketersedian properti itu banyak, tetapi kalau dibandingkan dengan kebutuhan orang untuk memiliki rumah memang masih kurang. "Tapi untuk saat ini masih mencukupi karena untuk pembelian itu masih ada kendala di daya beli," cetus Rully.
 
Kondisi di masyarakat sekarang ini masih banyak yang membutuhkan kredit konsumtif seperti rumah dan kendaraan. "Namun masalahnya adalah pada daya beli baik properti dan kendaraan," imbuhnya. uni
wartawan
Ayu Eka Agustini
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sinergi Berkelanjutan, BPJS Kesehatan dan Kejari Tabanan Perkuat Pengawalan Program JKN

balitribune.co.id I Tabanan - BPJS Kesehatan secara resmi memperbarui sinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) pada Senin(13/4). Hal ini merupakan komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kepatuhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha di Wilayah Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Bali dan Kodam IX/Udayana Perkuat Sinergi, Tata Ruang Jadi Sorotan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah pusat mempertegas komitmen menertibkan aset dan tanah terlantar di seluruh Indonesia melalui kebijakan strategis. Langkah ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025 yang disahkan Presiden Prabowo Subianto, tentang penertiban kawasan dan tanah telantar untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bali Darurat Narkoba, WNA dan Barang Bukti Rp19,8 Miliar Diamankan

balitribune.co.id I Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Polda Bali berhasil mengungkap dua kasus besar dalam waktu berdekatan, yakni penyelundupan narkotika jenis kokain lebih dari 2,5 Kg jaringan internasional serta peredaran narkotika jenis MDMA (ekstasi) 1.284 Butir di wilayah kuta selatan. Dari kedua BB narkotika tersebut mencapai harga hingga 19,8 Miliar Rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.