Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Persaingan Tidak Sehat Antar Pengusaha Somil

I Nengah Reken

Bangli, Bali Tribune

Anggota DPRD Bangli sangat menyayangkan terjadinya persaingan tidak sehat antar  pemilik usaha somil (potong kayu) khususnya yang ada di Desa Peninjauan, Tembuku Bangli. Akibat dari  persaingan yang tidak sehat ini  mengakibatkan banyak pengusaha khususnya yang tidak didukung modal yang kuat kelimpungan. “Bukan hanya restouran di Kintamani saja yang perang tarif,  pengusaha somil pun ikut bersaing harga ” ujar  politisi dari Desa Peinjoan ini.

Dia mengatakan, munculnya persaingan diduga karena  banyak berdiri usaha somil di desanya. Bayangkan, kata dewan dari Fraksi Golkar ini, untuk wilayah Desa Peninjoan saja berdiri sebanyak 45 usaha somil. “Persaingannya cukup ketat, mereka berlomba-lomba banting harga,” sebut Reken.

Persaingan dapat dilihat dari awal, yakni saat membeli bahan baku (kayu) dari pemilik kayu, para pemilik somil berlomba- lomba menawar kayu dengan harga tinggi, sementara di salah satu sisi harga kayu yang telah diolah menjadi balok atau usuk harganya stagnan. “Mereka yang modalnya pas-pasan akan  menjadi penonton, sementara mereka yang bermodal belum tentu meraih keuntungan yang besar, bisa-bisa mereka justru rugi,” ungkap Reken.

Terkait realita itu, pihaknya sejatinya berkeinginan para pengusaha somil untuk duduk bersama dalam rangkan mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat. “Kalau ini dibiarkan persaingan akan semakin menjadi-jadi dan akan banyak pengusaha akan gulung tikar,” kata Reken.

wartawan
Agung Samudra
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.