Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pertama Kali Naik Pesawat Saat PPKM? Jangan Lupakan Hal Ini!

Bali Tribune / Ilustrasi | IST - Naik Pesawat Saat PPKM

balitribune.co.id | Berkegiatan di luar rumah dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Akan tetapi bagi Anda yang harus melakukannya, jangan pernah melupakan protokol kesehatan yang selalu dianjurkan oleh pemerintah. Anda juga harus selalu memantau pemberitaan terkait aturan-aturan yang berlaku.

Sebagai contoh, dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa - Bali hingga 16 Agustus mendatang, ada beberapa aturan-aturan terkait perjalanan yang juga ikut berubah. Salah satu aturan penggunaan moda transportasi yang mengalami perubahan aturan adalah perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Bagi Anda yang punya rencana bepergian, Anda harus update informasi syarat naik pesawat.

Peraturan baru untuk perjalanan dengan pesawat terbang itu disebutkan dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021. Meski tak banyak, perubahan yang paling mencolok terlihat dari salah satu persyaratan untuk terbang bagi semua calon penumpang pesawat, yaitu dokumen terkait vaksinasi dan hasil tes Covid-19.

Di peraturan sebelumnya, Anda diwajibkan melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama dan juga surat keterangan negatif Covid-19 lewat metode PCR yang diambil maksimal 2x24 jam sebelum jadwal penerbangan. Sementara di aturan yang baru tertulis, Anda bisa melampirkan bukti negatif Covid-19 dengan metode rapid test antigen, namun sudah menerima vaksinasi dengan dosis lengkap. Aturan baru tersebut diperuntukkan bagi Anda yang bepergian ke daerah yang berada di kawasan PPKM Level 4.

Bagi Anda yang baru mau bepergian dengan pesawat terbang di masa PPKM ini tak perlu merasa khawatir. Anda bisa mengikuti tips-tips berikut ini agar perjalanan Anda aman dan nyaman hingga sampai di tujuan.

1. Pastikan Kondisi Badan Sehat

Jika Anda ingin bepergian, hal paling utama yang harus Anda perhatikan adalah kondisi kesehatan. Jangan sekali-kali memaksakan diri untuk melakukan perjalanan di saat Anda kurang sehat. Terlebih lagi dengan kondisi pandemi virus corona seperti sekarang ini.

Kalau Anda memaksakan bepergian dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, Anda bukan hanya membahayakan diri sendiri. Namun, orang-orang lain yang bertemu Anda selama perjalanan juga punya risiko yang sama besarnya. Jadi, pastikan diri Anda sehat sebelum bepergian.

2. Patuhi Aturan-aturan yang Berlaku

Di saat kondisi tidak sedang dalam pandemi virus corona saja, Anda harus mengikuti aturan yang ada agar dapat diizinkan untuk terbang. Apalagi di kondisi seperti sekarang ini, ada aturan-aturan khusus yang dibuat demi menjaga keselamatan bersama.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa aturan tambahan yang berlaku selama pandemi dan kebijakan PPKM. Maka itu, sebaiknya Anda pastikan patuhi segala aturan yang ada sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

3. Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

Tak hanya saat bepergian dengan moda transportasi udara, Anda harus selalu mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah saat keluar rumah. Memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menghindari kerumunan. Semua harus Anda lakukan demi memperkecil risiko tertular virus corona.

Anda juga sebaiknya menggunakan masker double, mengingat virus corona varian delta sangat mudah menyebar. Apalagi, Anda akan bertemu orang-orang yang Anda tidak kenal sebelumnya selama melakukan perjalanan, mulai dari bandara, di dalam pesawat, hingga Anda sampai di tujuan.

4. Siapkan Semua Dokumen Sebelum Pergi

Anda tentu tidak ingin mengalami banyak kendala saat melakukan perjalanan. Untuk itu, sebaiknya Anda mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan. Mulai dari tiket pesawat, kartu vaksinasi, hasil negatif tes Covid-19, dan dokumen lain yang Anda rasa perlu dipersiapkan.

Kalau memungkinkan, sebaiknya Anda cetak semua persyaratan tersebut dan letakkan di satu tempat yang sama. Ketika petugas di bandara meminta, Anda bisa langsung menyerahkan semuanya. Hal tersebut untuk menghindari kontak dengan waktu yang cukup lama dengan orang-orang yang belum Anda kenal.

Selain dokumen persyaratan yang bisa Anda siapkan sebelum keberangkatan, Anda juga diwajibkan mengisi eHAC, atau Electronic Health Alert. Beruntung, saat ini Anda bisa mengisi eHAC melalui smartphone melalui aplikasi Peduli Lindungi, yang sebelumnya harus diisi secara manual. Mengisi data di eHAC juga menjadi syarat wajib untuk melakukan penerbangan.

5. Jangan Nekat

Bepergian dengan pesawat terbang memang cukup dirindukan saat kondisi seperti sekarang. Apalagi jika Anda sudah memiliki rencana berlibur dengan keluarga dari jauh-jauh hari. Namun, jangan sampai Anda melakukan hal nekat demi itu semua.

Nekat yang dimaksud adalah bersedia melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Misalnya, memalsukan bukti vaksinasi atau dokumen yang menyatakan Anda negatif dari virus corona. Atau Anda nekat membawa keluarga yang berusia di bawah 12 tahun, yang jelas dalam aturan disebutkan bahwa mereka belum diperbolehkan melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

 

Itu tadi tips-tips yang bisa Anda lakukan jika harus bepergian dengan pesawat terbang di masa PPKM ini. Jika Anda baru berencana dan belum membeli tiket, Anda bisa dapatkan tiket pesawat lewat Traveloka Lifestyle SuperApp, karena Traveloka adalah lifestyle superapp untuk semua kebutuhan lifestyle Anda. Tak hanya tiket pesawat, Anda juga bisa melakukan reservasi untuk melakukan rapid test atau PCR.

Anda juga tak perlu terlalu khawatir saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Dengan catatan, Anda selalu mengikuti aturan yang berlaku dan selalu patuhi protokol kesehatan. Selain itu, karena kondisi seperti sekarang yang sangat dinamis, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan ada peraturan-peraturan baru yang harus selalu diketahui.

wartawan
RED

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Buleleng Bagikan 15 Ribu Bendera

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menggencarkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan tersebut ditandai dengan pembagian ribuan bendera kepada masyarakat oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Sekretaris Daerah Gede Suyasa di kawasan Titik Nol Singaraja, Selasa (28/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Disita di Bali, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp2,14 Miliar

balitribune.co.id I Badung - Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menggagalkan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal yang diduga menggunakan pita cukai palsu di Bali. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyita sebanyak 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter MMEA dengan nilai barang mencapai Rp12,55 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Pamedek Iringi Pacepukan Patapakan di Catus Pata Gianyar, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi. 

Baca Selengkapnya icon click

Pemilihan Bendesa Adat Pejarakan Gunakan Sistem Voting, Wayan Sudana Raih Suara Terbanyak

balitribune.co.id I Singaraja - Proses pemilihan Bendesa Adat (Kelian Desa Adat) Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa ayahan 2026–2031 berlangsung lancar dan kondusif meski menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung (pasuaran krama). Mekanisme tersebut dipilih berdasarkan aspirasi mayoritas krama desa, meski sebelumnya terdapat pedoman dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang lebih mengedepankan musyawarah mufakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sidang Perdana Citizen Lawsuit Banjir Bali, Pemerintah Pusat Absen

balitribune.co.id | Denpasar - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menggelar sidang perdana gugatan warga negara (Citizen Lawsuit) yang diajukan Koalisi Pulihkan Bali terhadap 14 pejabat negara pada Senin (27/7/2026). Gugatan ini dilayangkan sebagai respons atas buruknya tata kelola pemerintahan dalam penanganan bencana banjir yang melanda Pulau Dewata pada September 2025 lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.