Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PHDI Malang Siap Bantu Pengabenan Korban Mutilasi Asal Klungkung

Bali Tribune / Pelaku mutilasi James Loodewyk yang adalah suami dari korban.

balitribune.co.id | Semarapura - Dihubungi melalui sambungan telpon, Pengurus Walaka PHDI Kota Malang Prof Wayan Legawa, Rabu (3/1) menyatakan rasa terkejutnya dengan kasus kematian warga Bali atas nama Ni Made Sutarini ini.

Menurutnya saat kematiannya diketahui bahwa almarhum setelah perkawinannya beragama Kristen sesuai KK dan KTP. Dalam KTP tercantum Ni Made Sutarini beragama Kristen dan beralamat di Jalan Serayu Selatan No 6, RT004/RW02, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur.

"Beliau  bisa saja melakukan upacara ngaben di Malang asal ada permintaan dari keluarganya dan datang ke Malang," ungkapnya seraya memastikan belum ada yang hubungi dirinya di Malang.

Lebih jauh Prof Wayan Legawa menyatakan Kami majelis Hindu di Malang tidak bisa ngabenkan, kecuali anak-anak dan kerabatnya datang untuk ikut dalam upacara. Disamping itu yang bersangkutan tidak ikut banjar suka duka Hindu dan biaya upacaranya harus ditanggung keluarganya.

"Kami umat Hindu di Malang bisa membantu tenaga jika itu dilaksanakan. Bisa hubungi Tyang kalau memang mau ngaben di Malang. Tyang akan hubungi serati, pandita dan tempat kremasinya," ujar Legawa memastikan.

Kasus kematian Ni Made Sutarini (55) yang sempat viral ini, dimana dia menjadi  korban pembunuhan tragis dengan cara mutilasi di Malang, Jawa Timur. Almarhum diketahui  berasal dari Dusun Banda, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Kerabat Sutarini di Desa Takmung syok setelah Sutarini meninggal dengan tragis dari tangan suaminya sendiri, James Loodewyk (61).

Berdasarkan informasi kerabatnya, Sutarini sejak lama mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari suaminya. Rencananya jenazah Sutarini akan diaben di Malang.

Berikut beberapa fakta dari Ni Made Sutarini, yang meninggal tragis di tangan suaminya, dimana Ni Made Sutarini dulunya merupakan perawat, dan menikah dengan warga Manado, dikaruniai 2 anak

Sepupu dari Sutarini, Wayan Surata bebrapa hari yang lalu mengatakan, Made Sutarini telah menikah dengan James Loodewyk sekitar 30 tahun lalu. Keduanya telah dikaruniai 2 anak, yakni perempuan dan laki-laki.

"Anak pertama sudah kerja di Singapore, baru sebulan lalu. Anak kedua kerja sebagai teknisi di rumah sakit swasta di Badung," ungkap Wayan Surata saat ditemui di kediamannya di Desa Takmung, Klungkung, Selasa (2/1).

Ia mengatakan, Sutarini sebelumnya merupakan seorang perawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. Sementara James Loodewyk merupakan pasien yang dirawat Sutarini.

"Awal pertemuannya seperti itu, mereka lalu kecantol dan menikah," ungkap Surata.

Lebih jauh Surata mengungkapkan bahwa dia Kerap bercerita mengalami kekerasan rumah tangga setelah menikah

Surata juga mengatakan, Sutarini kerap bercerita mendapatkan kekerasan rumah tangga dari sang suami. Sehingga Sutarini dalam beberapa tahun belakangan jarang pulang ke Malang, justru lebih sering di rumah kerabatnya di Surabaya.

"Ia (Sutarini) kerap pulang ke Banjar Banda. Terakhir pas Saraswati pulang, sempat sembahyang," ungkap Surata.

Sutarini sejak lama sudah bercerita, jika dirinya kerap mendapatkan perlakuan KDRT dari suaminya. Tidak hanya dipukul, bahkan kerap disekap.

"Dua minggu lalu suaminya (pelaku) sempat ke rumah di Banjar Banda. Ia marah-marah mencari Sutarini, padahal setahu kami,  Sutarini di Surabaya," ungkapnya.

Dari penuturan keluarga di Banda,Takmung, Klungkung direncanakan Jenazah Sutarini akan diaben di Malang

Surata mengatakan, setelah menikah dengan James Loodewyk, Sutarini memeluk agama Kristen. Namun keluarganya ingin Sutarini diaben dengan upacara agama Hindu.

"Rencananya jenazah Sutarini akan diaben di Malang, Rabu (3/1). Nanti yang mengurus jenazah, dari PHDI Malang dan kerabat di Surabaya," ungkapnya.

Dari Bali, kakak dan adik dari Sutarini akan berangkat langsung ke Malang, Selasa (2/1) untuk membawa tirta (air suci) untuk pengabenan Sutarini.

"Tirta ditunas di sanggah dan di kawitan. Langsung nanti di bawa ke Malang," pungkasnya.

wartawan
SUG
Category

Bukan Perang, Tradisi Siat Tipat Desa Kapal Simbol Kehidupan dan Kesejahteraan

balitribune.co.id I Mangupura - Ribuan tipat dan bantal kembali “berterbangan” dalam tradisi Siat Tipat Bantal di Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Sabtu (26/9/2026). Sekilas terlihat seperti aksi saling lempar, namun di balik kemeriahannya tersimpan filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur.

Baca Selengkapnya icon click

Pengelola Tanah Lot Berbenah Sambut Libur Akhir Tahun

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mulai melakukan persiapan untuk menyambut libur panjang akhir tahun 2026 yang tinggal hitungan tiga bulan lagi.

Sejumlah persiapan secara umum sudah mulai dilakukan seperti peningkatan kebersihan, kenyamanan, hingga sistem keamanan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Urai Macet Gilimanuk, Berbagai Skenario Diterapkan

balitribune.co.id I Negara - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, mengalami kemacetan parah hingga mengular sejauh 3,5 kilometer. Kondisi ini merupakan dampak domino dari aksi mogok massal dan blokade pintu keluar yang digelar puluhan sopir truk logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026) sore. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.