Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PKK Blahbatuh Siap Arak “Kala Ludra”

budaya
KALA LUDRA - Persiapan Ogoh-ogoh Kala Ludra yang akan diarak ibu-ibu PKK Banjar Tengah, Blahbatuh

BALI TRIBUNE - Arakan Ogoh-ogoh saat malam pengrupukan kerap ternoda akibat ulah segelintir orang yang memicu gesekan. Padahal pertunjukan budaya ini akan momentum untuk menujukkan karya budaya sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat. Karena itupula, pawai ogoh-ogoh di Banjar Tengah, Blahbatuh, selalu berinovasi untuk menampilkan pawai ogoh-ogoh yang menghibur dan membuang kesan ketegangan.

Menariknya, tahun ini garapan pawai ogoh-ogoh setempat melibatkan seluruh komponen banjar setempat. Tidak hanya para Yowana, warga banjar hingga ibu-ibu PKK pun dilibatkan.  Bahkan, puluhan ibu-ibu PKK kali ini ditunjuk sebagai pengarak ogoh-ogoh  yang nantinya dipertunjukkan dengan kolaborasi dramatari bertemakan Kala Sudra Somya.  “Tahun lalu, kami libatkan sekha truni, kali ini  giliran Ibu-ibu PKK yang mengarak ogoh-ogoh. Kami ingin memberikan hiburan dan membuang jauh kesan ketegangan,” terang Ketua Sekha Truna Bhina Karya, Banjar Tengah, Blahbatuh I Nyoman Kurniawan Suputra, Rabu (14/3).

Disebutkan, pada malam pengrupukan itu, mereka akan mengikuti prosesi  pawai ogoh-ogoh secara bersamaan dengan seluruh banjar di Desa Blahbatuh. Dipusatkan di Catuspata, mereka lantas mengarak ogoh-ogoh ke banjar masing-masing. Hingga di Banjar Tengah, mereka akan mempertunjukkan sendratari ogoh-ogoh yang melibatkan sekitarnya 150 penabuh dan penari serta semua konponen banjar untuk  berpesta budaya. “Momentum ini juga kami jadikan perekat jalinan kekeluargaan  kami di banjar,” terangnya.

Mengenai pemilihan tema “Kala Ludra Somya”, Kelian Banjar Tengah Ketut Ambara memaparkan kisah Dewa Siwa yang turun ke bumi untuk menemui Dewi Durga dengan perubahan wujud menjadi Kala Ludra.  Dari pertemuan itupual telah menimbulkan kekelutan dan kegaduhan. Hingga akhirnya, Dewa Bhrahma, Wisnu dan Eswara ikut turun ke bumi dan meminta Dewa Siwa kembali ke wujudnya dengan mensomya perwujudan Kala Ludra. “Kalau kita cerminkan  dalam kehidupan sekaranag sangat tepat. Karena hubungan intim  dengan orang, waktu dan tempat yang salah, pasti menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya.

wartawan
Redaksi
Category

Jelang Puncak Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh, Belasan Ribu Pemedek Ikuti Upacara Melasti ke Tegal Suci

balitribune.co.id I Amlapura - Jelang puncak karya agung Ida Betara Turun kabeh yang akan berlangsung pada Purnama Sasih Kedasa, Wraspati Wage Watugunung, pada Kamis (2/4/2026) ini, Belasan ribu pemedek tumpah ke Pura Agung Besakih untuk ikut mengiringi Ida Betara Kabeh Melasti ke Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026) lalu, atau pada Pinanggal Anggara Paing Watugunung, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Tur

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Kekroditan Selama Karya Ngusaba Kedasa, Polres Bangli Lakukan Rekayasa Arus Lalin

balitribune.co.id I Bangli - Guna mencegah terjadi kekroditan arus lalu lintas selama berlangsungnya upacara karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani  Polres Bangli menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas dan mendirikan  sebanyak 21 pos pengamanan

Baca Selengkapnya icon click

Klungkung Mendapat Kehormatan Jadi Tuan Rumah, Penyerahan Sertifikat HAKI oleh Megawati Soekarnoputri

balitribune.co.id I Semarapura - Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tingkat Provinsi Bali. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Maestro Tari I Made Djimat Toreh Nugraha Kebudayaan Tertinggi

balitribune.co.id I Gianyar - Maestro tari Bali I Made Djimat dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang kebudayaan di Kabupaten Gianyar, Parama Satya Budaya, di usianya yang kini 84 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.