Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Polres Gianyar Sweeping Jejaring Kembang Api

Bali Tribune/ PEMERIKSAAN - Polisi lakukan pemeriksaan pedagang yang terindikasi menjual petasan, mercon dan sejenisnya.



balitribune.co.id | Gianyar - Menjelang perayaan Tahun Baru 2022, berbagai upaya dan persiapan dilakukan jajaran Kepolisian guna menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif. Salah satunya, Polres Gianyar menggelar sweeping terhadap para pedagang maupun penjual kembang api, petasan,  mercon dan sejenisnya diwilayah Hukum Polres Gianyar,  Senin (27/12/2021).

Kegiatan antisipasi peredaran kembang di wilayah hukum Polres Gianyar dilaksanakan oleh Personel yang terlibat di dalam Operasi Lilin Agung Tahun 2021 dipimpin Ipda Nyoman Gunadi. Dalam imbauan tersebut para pedagang agar tidak menjual jenis petasan, mercon dan sejenisnya. Barang tersebut, selain membahayakan diri sendiri juga dapat membahayakan orang lain.

Menurutnya, banyak pedagang dadakan yang meraup untung dengan menjual kembang api. Namun tidak menutup kemungkinan pedagang juga menjual barang berbahaya seperti mercon atau petasan dengan daya ledak tinggi. Selain menyasar pedagang tradisional, personel Polres Gianyar juga melaksanakan pengecekan di toko-toko modern. "Dari pengecekan yang dilaksanakan para pedagang tradisional dan toko modern di wilayah Kecamatan Blahbatuh, kami tidak menemukan penjualan kembang api maupun mercon," tegasnya.

Dikatakan, semua ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan bersama. Banyak masyarakat yang resah akibat ledakan petasan tersebut. Selain bunyinya yang keras juga sangat berbahaya dan bisa menyebabkan korbannya terluka serta menimbulkan kebakaran.

wartawan
ATA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.